Utama

GAMKI Ambon Soroti Jalan Hatalai–Naku Rusak Parah, Warga dan Sopir Angkot Terpaksa Swadaya Perbaiki Jalan

0
×

GAMKI Ambon Soroti Jalan Hatalai–Naku Rusak Parah, Warga dan Sopir Angkot Terpaksa Swadaya Perbaiki Jalan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260517 191540 887

Ambon, Dharapos.com – Kondisi memprihatinkan ruas jalan Hatalai menuju Naku hingga Hukurila kembali menuai sorotan. Kerusakan jalan akibat longsor yang terjadi sejak tahun lalu hingga kini belum mendapat penanganan serius, membuat warga dan sopir angkutan umum terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya demi menjaga akses transportasi tetap berjalan.

Sekretaris GAMKI Kota Ambon, Claudia Parera, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi infrastruktur di kawasan tersebut yang dinilai semakin membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

Menurut Claudia, longsor yang terjadi sejak tahun lalu menyebabkan sebagian badan jalan mengalami kerusakan serius dan rawan amblas. Namun hingga saat ini belum terlihat adanya tindak lanjut maksimal dari pihak terkait.

IMG 20260517 191432 850
Sekretaris GAMKI Kota Ambon, Claudia Parera

“Ini kondisi jalur Hatalai ke Naku. Dari longsor tahun lalu sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Bahkan para sopir angkot berinisiatif menyusun karung agar tanah tidak terus turun ke badan jalan,” ujar Claudia Parera, Sabtu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, curah hujan tinggi dalam beberapa bulan terakhir semakin memperparah kondisi jalan di dalam Negeri Hatalai. Akibatnya, sejumlah titik ruas jalan mengalami patahan yang mengancam keselamatan pengendara.

“Akibat hujan tahun lalu ditambah hujan dalam bulan ini, jalan menjadi patah. Tadi malam masyarakat secara swadaya turun melakukan rebat supaya jalan tetap bisa dilewati kendaraan,” katanya.

 

Tidak hanya melakukan penimbunan sementara, warga juga bergotong royong memperkuat bagian pinggir drainase atau got yang rusak agar kendaraan, khususnya angkutan umum, masih dapat melintas dengan aman.

 

Selain kerusakan akibat longsor, ruas jalan Naku–Hukurila juga dipenuhi lubang di berbagai titik. Kerusakan itu disebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan permanen.

“Jalan berlubang ini sudah beberapa tahun dibiarkan. Sopir angkot akhirnya swadaya sendiri untuk rebat supaya kendaraan bisa lewat dengan aman,” tambahnya.

Claudia menilai kondisi tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap akses transportasi di wilayah mereka. Namun di sisi lain, hal itu juga menjadi gambaran minimnya perhatian terhadap perbaikan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan warga.

Masyarakat berharap Pemerintah segera turun tangan melakukan penanganan permanen terhadap ruas jalan Hatalai Naku Hukurila yang merupakan jalur vital penghubung aktivitas warga dan transportasi umum.

Jika tidak segera diperbaiki, kondisi jalan yang semakin rusak dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas serta menghambat mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *