Ambon, Dharapos.com – Musim kemarau dan ancaman fenomena El Nino mulai menjadi perhatian dalam menjaga ketersediaan air bersih di Kota Ambon. Namun, Perumdam Tirta Yapono memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal dengan memperkuat sumber air cadangan dan mempercepat pembangunan sumur dalam.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima, mengatakan langkah antisipasi telah dilakukan jauh sebelum penurunan debit air terjadi.
“Kalau ada perubahan musim, debit air tetap menurun. Oleh karena itu, Perumdam Tirta Yapono telah mengantisipasi hal itu jauh-jauh hari,” kata Pieter dalam dialog di PRO1 RRI Ambon, Kamis (30/7/2026).
Salah satu strategi yang dilakukan adalah mengoptimalkan sumur cadangan untuk menjaga pasokan di wilayah yang berpotensi mengalami penurunan debit sumber air.
Di kawasan Kusu-Kusu, misalnya, suplai air menuju bak Mangga Dua yang membutuhkan sekitar 2.000 meter kubik air per hari mendapat tambahan pasokan dari sumur cadangan di kawasan Pohon Pule dan Batung Gantung Dalam.
Antisipasi serupa diterapkan di kawasan Wainitu yang melayani sekitar 4.500 kepala keluarga. Perumdam memanfaatkan sumur cadangan sebagai sumber tambahan agar distribusi air kepada pelanggan tetap berjalan tanpa gangguan.
Sementara itu, kawasan Batu Gajah juga telah dipersiapkan dengan dukungan pasokan dari sumur dalam untuk mengantisipasi berkurangnya debit sumber air permukaan.
Pieter memastikan langkah tersebut mampu menjaga pelayanan air bersih bagi masyarakat di tengah kondisi musim yang tidak menentu.
“Pelayanan air bersih menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Ambon,” tegasnya.
Bangun Empat Sumur Dalam
Tak hanya mengandalkan sumber air cadangan, Perumdam Tirta Yapono juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan membangun empat sumur dalam untuk memperkuat ketahanan sumber air Kota Ambon.
Pembangunan dilakukan secara bertahap. Sumur dalam di Wayame telah selesai dikerjakan, sementara pembangunan berikutnya akan dilanjutkan di Lateri, Bentas, dan Halong Atas.
“Pembangunan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengantisipasi dampak perubahan musim dan El Nino terhadap sumber air permukaan,” ujarnya.
Menurut Saimima, penguatan sumber air menjadi langkah penting agar pelayanan tidak hanya mampu bertahan menghadapi musim kemarau, tetapi juga memiliki cadangan yang memadai ketika terjadi penurunan debit sumber air akibat faktor alam.
Dengan optimalisasi sumur cadangan dan pembangunan sumur dalam tersebut, Perumdam Tirta Yapono menargetkan kran air masyarakat Ambon tetap mengalir meski kemarau dan El Nino menekan ketersediaan air.
(dp-53)













