Politik dan Pemerintahan

Potensi Air Cukup untuk 1.200 Pelanggan, Perumdam Tambah Kapasitas Mesin di Halong

3
×

Potensi Air Cukup untuk 1.200 Pelanggan, Perumdam Tambah Kapasitas Mesin di Halong

Sebarkan artikel ini
IMG 20260911 071256 9
Perumdam Tirta Yapono

Ambon, Dharapos.com – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima bersama tim melakukan kunjungan ke kawasan Halong, tepatnya di belakang Kantor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Jumat (11/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat di kawasan Halong sekaligus melihat langsung kondisi jaringan dan potensi pengembangan jaringan baru di belakang IAKN Ambon.

“Kunjungan kita hari ini untuk memastikan masyarakat di Halong sudah bisa mendapatkan air bersih sesuai kebutuhan atau belum. Di samping itu kita juga melakukan pengembangan jaringan baru di belakang IAKN Ambon,” kata Piet.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Perumdam Tirta Yapono menjawab perhatian Wali Kota Ambon terkait harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan air bersih yang memadai.

IMG 20260911 073619 4
Plt. Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima

“Hal ini menjawab apa yang menjadi perhatian Wali Kota Ambon terkait dengan harapan masyarakat untuk mendapatkan air bersih. Karena itu, seluruh titik yang menjadi sasaran kita, kita akan lakukan pengembangan,” ujarnya.

Piet mengungkapkan, berdasarkan hasil peninjauan, debit air dari sumber di kawasan Halong cukup baik. Bahkan, bak berkapasitas 600 meter kubik dapat terisi hanya dalam waktu sekitar enam jam.

“Satu persoalan yang kita dapatkan saat ini, debit air dari sumber itu cukup bagus dengan kapasitas pengisian di bak 600 ini hanya enam jam,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Piet memperkirakan potensi air yang tersedia sebenarnya cukup besar. Dalam sehari, terdapat waktu sekitar 18 jam yang dapat dimanfaatkan untuk pengisian bak sehingga kapasitas air yang tersedia diperkirakan mencapai 1.800 meter kubik per hari.

“Kalau kita kalkulasi dalam satu hari 24 jam, kita tinggalkan enam jam, berarti ada 18 jam yang dipakai untuk mengisi 1.800 kubik,” katanya.

Ia menilai, apabila kapasitas sekitar 1.800 meter kubik tersebut dapat didistribusikan kepada sekitar 1.200 pelanggan, ketersediaan air seharusnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kalau 1.800 kubik didistribusikan hanya kepada 1.200 pelanggan, saya yakin airnya berkelebihan dan masyarakat tidak akan komplain lagi soal mendapatkan air tidak sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Namun, Piet mengakui masih terdapat sejumlah infrastruktur yang perlu diperbaiki, termasuk pengaturan kran menuju titik-titik pelayanan masing-masing pelanggan.

Karena itu, Perumdam Tirta Yapono akan meningkatkan kapasitas mesin yang digunakan untuk memperkuat daya dorong air ke jaringan pelanggan.

“Tadi kami sudah komitmen untuk mengganti kapasitas mesin. Mesin yang ada ini kapasitas 15 KW, kita akan gantikan dengan 18 KW. Kita ganti supaya daya dorongnya lebih kuat dan kebutuhan masyarakat terpenuhi karena potensinya tersedia,” jelas Piet.

Selain peningkatan kapasitas mesin, Perumdam Tirta Yapono sebelumnya juga telah menyiapkan rencana pembangunan sumur baru di kawasan tersebut. Namun, berdasarkan kondisi sumber air yang ada saat ini, pembangunan sumur baru belum menjadi prioritas utama.

IMG 20260911 073116 4

“Kita juga sudah menyiapkan pembangunan sumur baru di tempat ini. Tapi dengan kondisi yang ada ini bukan suatu yang prioritas karena potensi air sumur permukaan di Halong ini cukup. Cukup untuk bisa menyuplai air ke 1.200 pelanggan,” katanya.

Piet menambahkan, apabila terdapat tambahan sekitar 30 pelanggan baru, jumlah pelanggan yang dilayani nantinya menjadi sekitar 1.230 pelanggan.

Ia berharap penambahan kapasitas mesin tersebut dapat menjadi solusi terhadap persoalan distribusi air yang selama ini dialami masyarakat yang menerima layanan Perumdam Tirta Yapono di Halong.

“Atas nama perusahaan kami mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Halong yang mungkin saja kebutuhan airnya belum terpenuhi,” ungkapnya.

Piet menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari realisasi program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon di bidang air bersih. Pemerintah Kota Ambon menargetkan hingga tahun 2030 sebagian besar masyarakat Kota Ambon sudah dapat menikmati layanan air bersih.

“Jadi semua ini bagian dari realisasi program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon terkait dengan air bersih, di mana Pak Wali Kota menargetkan sampai tahun 2030 sebagian besar masyarakat Kota Ambon sudah harus menikmati air bersih,” pungkasnya.

Ia juga menyebutkan, pengembangan jaringan tersebut menjadi bagian dari komitmen Perumdam Tirta Yapono bersama Dinas PUPR Kota Ambon untuk terus menggencarkan pengembangan jaringan air bersih bagi masyarakat.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *