Politik dan Pemerintahan

Lisa Wattimena Dikukuhkan sebagai Bunda Guru Kota Ambon, Bodewin Dorong Kolaborasi Perkuat Pendidikan

7
×

Lisa Wattimena Dikukuhkan sebagai Bunda Guru Kota Ambon, Bodewin Dorong Kolaborasi Perkuat Pendidikan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260820 103943 746 scaled
0-4096x3072-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:696268175844165;appts:1787189983746;uid:0;qlty:1;illum:2 scene:0 humanIn:3;

Ambon, Dharapos.com — Lisa Wattimena resmi dikukuhkan sebagai Bunda Guru Kota Ambon dalam rangkaian Konferensi Kerja I PGRI Kota Ambon Masa Bhakti XXIII Tahun 2025–2030, yang berlangsung di Hotel Kamari, Kamis (20/8/2026).

Pengukuhan tersebut mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas” dan menjadi momentum memperkuat sinergi antara PGRI, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kota Ambon.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan keberadaan Bunda Guru memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan guru sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kota Ambon.

Bodewin menyampaikan selamat kepada Lisa Wattimena atas pengukuhan tersebut. Menurutnya, berbagai peran yang melekat pada istri kepala daerah harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara organisasi profesi, masyarakat dan pemerintah.

IMG 20260820 105945 660 scaled

“Tujuannya agar persoalan-persoalan yang dihadapi PGRI dan guru-guru dapat lebih cepat sampai kepada pemerintah dan segera direspons serta diupayakan penyelesaiannya,” ujar Bodewin.

Ia memastikan Pemerintah Kota Ambon akan terus membuka ruang bagi organisasi profesi, termasuk PGRI, untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan guru.

Menurut Bodewin, guru memiliki posisi penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Karena itu, pemerintah akan terus memberi perhatian terhadap berbagai persoalan guru, mulai dari tugas dan hak, pemerataan penempatan tenaga pendidik hingga peningkatan kompetensi.

Bodewin meminta Lisa Wattimena bersama PGRI dan seluruh guru dapat mengidentifikasi persoalan-persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan pendidikan di Kota Ambon.

“Bunda Guru memiliki tanggung jawab yang besar. Karena itu, mari bersama PGRI dan seluruh guru mengidentifikasi persoalan-persoalan mendasar yang harus diperbaiki dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Ambon,” katanya.

Bodewin juga mengingatkan PGRI sebagai organisasi profesi agar terus menjalankan perannya dalam memperjuangkan hak dan kepentingan guru, sekaligus mendorong pembinaan, pengawasan serta peningkatan profesionalisme tenaga pendidik.

Menurutnya, perjuangan terhadap kesejahteraan guru harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan profesionalisme. Sebab, kualitas guru akan berpengaruh langsung terhadap mutu pendidikan dan masa depan generasi muda.

Ia berharap Konferensi Kerja I PGRI Kota Ambon dapat menjadi ruang strategis untuk merumuskan program kerja yang memperkuat organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.

Menyangkut pengembangan karier guru, Bodewin menegaskan Pemkot Ambon berupaya menerapkan proses yang transparan dan sesuai mekanisme. Ia mencontohkan seleksi calon kepala sekolah yang harus diikuti sesuai ketentuan sehingga seluruh guru memiliki kesempatan yang sama.

“Kalau mau menjadi kepala sekolah, ikuti proses dan mekanisme yang sudah berlangsung. Kalau semua dilalui dengan baik, pasti ada kesempatan untuk menjadi kepala sekolah,” tegasnya.

Bodewin juga berharap PGRI terus melakukan pembenahan internal serta membangun kolaborasi yang semakin kuat dengan pemerintah. Ia berharap kebijakan pemerintah pusat terkait status dan pengangkatan tenaga PPPK maupun ASN dapat segera memberikan kepastian bagi para guru.

“Pemerintah sudah berusaha menempatkan dirinya pada posisi yang ideal. Karena itu, apa yang bisa kita kerjakan bersama, mari kita lakukan secara kolaboratif,” pungkasnya.

Sementara itu, Lisa Wattimena menegaskan pengukuhan dirinya sebagai Bunda Guru Kota Ambon bukan sekadar seremoni ataupun gelar kehormatan, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab moral untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan.

Hal itu disampaikan Lisa kepada wartawan usai kegiatan Konferensi Kerja I PGRI Kota Ambon di Hotel Kamari.

Lisa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PGRI atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia memaknai amanah tersebut sebagai bentuk ikatan batin dan komitmen bersama dengan PGRI serta seluruh guru di Kota Ambon.

IMG 20260820 114022 479 scaled

“Bagi saya ini bukan soal gelar yang disandangkan di bahu saya, tetapi saya maknai sebagai tanggung jawab moral dan bentuk ikatan batin serta komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Ambon,” ujar Lisa.

Ia berkomitmen menjalankan peran sebagai mitra, pelindung, pengayom sekaligus motivator bagi para guru, termasuk ikut memperhatikan kesejahteraan profesi guru.

Lisa juga mengajak seluruh guru menjaga citra, harkat dan martabat profesi serta menjunjung tinggi integritas sebagai pendidik. Menurutnya, guru merupakan role model bagi anak-anak dan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi masa depan.

“Guru adalah role model bagi anak-anak Kota Ambon. Karena itu, mari kita tetap menjaga integritas agar harapan mewujudkan generasi emas dapat kita wujudkan bersama,” katanya.

Selain itu, Lisa mendorong PGRI, pemerintah, sekolah, orang tua dan masyarakat memperkuat kolaborasi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif dan ramah anak.

Nilai-nilai luhur masyarakat Maluku, kata Lisa, juga harus terus ditanamkan kepada generasi muda, seperti persaudaraan, gotong royong, toleransi, saling menghargai serta semangat Pela Gandong.

Ia berharap seluruh elemen pendidikan dapat menjaga soliditas, memperkuat komunikasi dan bekerja dengan hati demi memberikan manfaat terbaik bagi anak-anak serta kemajuan pendidikan di Kota Ambon.

“Mari kita rapatkan barisan, jaga soliditas dan terus nyalakan pengabdian ini,” pungkasnya.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *