Ambon, Dharapos.com – Fakultas Teknik (FT) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon melalui Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) secara resmi menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dikemas dalam bentuk Kuliah Umum dan Forum Diskusi, Selasa (15/9/2026).
Langkah ini diambil sebagai wujud nyata implementasi serta pemenuhan amanat dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Permen ATR/BPN) No. 21 Tahun 2021.
Dalam penyelenggaraannya, FT Unpatti menjalin kolaborasi strategis dengan Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (DJPPTR) Kementerian ATR/BPN.
Kerja sama ini ditujukan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai tata kelola wilayah dan pertanahan, yang menjadi salah satu fokus pembangunan nasional saat ini.
Kegiatan bernilai strategis tersebut dipusatkan di Aula Lantai 2 Gedung Rektorat Unpatti Ambon.
Lokasi ini dipilih guna mengakomodasi keterlibatan peserta dalam jumlah besar yang antusias mengikuti jalannya paparan materi serta diskusi interaktif mengenai dinamika tata ruang nasional.
Forum ini dirancang khusus sebagai wadah edukasi mendalam terkait substansi pengendalian pemanfaatan ruang sekaligus pengawasan penataan ruang. Pokok bahasan difokuskan pada tantangan serta potensi geografis spesifik yang dihadapi wilayah Kepulauan Maluku, di mana keseimbangan ekologi dan pembangunan fisik harus dijaga secara seimbang.
Kehadiran peserta dalam agenda ini mencerminkan komitmen kolaborasi lintas institusi pendidikan di Maluku.
Selain diikuti oleh sivitas akademika FT Unpatti Ambon forum diskusi turut melibatkan jajaran dosen dan mahasiswa.
Program Studi PWK dari dua perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Muhammadiyah Maluku serta Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Ambon.
Tidak hanya dari kalangan akademisi, bimbingan teknis ini juga dihadiri oleh para pemangku kepentingan (stakeholders) yang bergerak di bidang pertanahan dan penataan ruang daerah. Kehadiran elemen pemerintah dan praktisi ini semakin memperkaya sudut pandang serta pembahasan situasi faktual di lapangan.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., secara resmi membuka acara sekaligus memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolektif yang diprakarsai oleh FT Unpatti Ambon dan DJPPTR KemenATR/BPN.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguasaan literasi tata ruang bagi para calon ahli perencana wilayah.
Prof. Malle menegaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai regulasi dan pengendalian penataan ruang merupakan fondasi bagi mahasiswa Program Studi PWK.
Menurutnya, tantangan pembangunan modern memerlukan kecermatan ekstra agar perencanaan di atas kertas selaras dengan realisasi di lapangan.
“Seringkali terjadi kondisi di mana pembangunan infrastruktur atau bangunan telah berjalan, namun setelah diverifikasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), peruntukan lokasinya tidak sesuai. Ketidaksesuaian ini tentu memiliki konsekuensi hukum dan dampak lingkungan,” ujar Prof. Malle di hadapan para peserta.
Menutup arahannya, Prof. Malle menyampaikan harapan besar agar sinergi antara Fakultas Teknik Unpatti dan DJPPTR KemenATR/BPN tidak berhenti sampai di agenda akademik ini saja.
Ia mendorong agar kerja sama dapat berlanjut ke tingkat strategis yang lebih luas, seperti pendampingan aktif kepada pemerintah daerah dalam mengendalikan serta menertibkan pemanfaatan tanah dan ruang di seluruh penjuru Wilayah Maluku.
KPA













