Utama

Jembatan Waitomu dan Makna Pengabdian untuk Negeri

0
×

Jembatan Waitomu dan Makna Pengabdian untuk Negeri

Sebarkan artikel ini
IMG 20261025 WA0033

Ambon, Dharapos.com – Pembangunan Jembatan Waitomu oleh Kodam XV/Pattimura di Kota Ambon tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga menjadi refleksi tentang makna pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, S.Sos., menegaskan bahwa pengabdian seorang prajurit tidak diukur dari keuntungan pribadi maupun tempat kelahirannya, melainkan dari tanggung jawab dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

as

“Pengabdian bukan tentang apa yang kita peroleh, melainkan tentang apa yang dapat kita berikan. Di mana pun kita bertugas, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Sebab, kemajuan negeri adalah tanggung jawab bersama, dan setiap kontribusi yang tulus akan menjadi bagian dari warisan kebaikan bagi generasi mendatang,” ujar Suawa, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, setiap prajurit yang mendapat amanah bertugas di suatu daerah harus memberikan yang terbaik tanpa memandang apakah wilayah tersebut merupakan tanah kelahirannya atau bukan.

Nilai pengabdian tercermin dari kesungguhan menjalankan tugas dan komitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah tempat mengabdi.

Dalam konteks pembangunan Jembatan Waitomu, manfaat bagi masyarakat perlu menjadi perhatian utama, termasuk dukungan terhadap penataan kawasan dan kelancaran aktivitas warga serta upaya mendorong kemajuan Kota Ambon.

“Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana setiap amanah dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengabdian tidak mengenal batas asal-usul. Selama kita memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, kita harus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi daerah tempat kita bertugas,” lanjutnya.

Ia menambahkan, jabatan dan penugasan merupakan amanah yang pada waktunya akan berganti. Namun, kontribusi yang direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata dapat menjadi bagian dari warisan pembangunan bagi masyarakat.

Karena itu, pembangunan harus berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat, dengan tetap memperhatikan transparansi, akuntabilitas, kepatuhan terhadap ketentuan hukum, serta aspek lingkungan dan penataan kawasan.

Keterbukaan terhadap masukan dan pengawasan publik juga menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan dilaksanakan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Jembatan Waitomu menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pihak memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pemikiran, tenaga, dan pelaksanaan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

Bagi Kota Ambon dan masyarakat Maluku, perbedaan latar belakang bukanlah penghalang untuk bekerja demi kepentingan masyarakat. Hal terpenting adalah memastikan setiap langkah dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan.

Sebab, pengabdian sejati bukan diukur dari tempat seseorang dilahirkan, melainkan dari bagaimana ia menjalankan amanah dan meninggalkan kontribusi yang bermanfaat bagi negeri yang dilayaninya.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *