Daerah

Pejabat Aru Positif Covid-19 Karantina Mandiri, Warga Lorong Dok 07 Panik

40
×

Pejabat Aru Positif Covid-19 Karantina Mandiri, Warga Lorong Dok 07 Panik

Sebarkan artikel ini

Virus Corona
Foto Ilustrasi

Dobo, Dharapos.com – Penghuni kompleks Dok Lorong 07,
Kelurahan Galay Dubu, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, beberapa
hari belakangan ini dihebohkan dengan informasi terkait salah satu warga setempat
yang terindikasi positif Covid-19.

Warga dimaksud berinisial KK yang kabarnya kini menjalani
karantina mandiri dirumah yang bersangkutan pada kawasan itu.

Untuk diketahui, KK disebutkan menjabat Sekertaris Dinas
pada salah satu OPD lingkup Pemda Kepulauan Aru.

Kehebohan tersebut dipicu akibat KK tidak menjalani isolasi pada
tempat karantina khusus yang telah di sediakan Gugus Tugas (Gustu) Penanganan
Covid-19 setempat, namun yang bersangkutan memilih menjalani Isolasi mandiri di
rumah.

Beberapa warga setempat yang menghubungi awak media ini melalui
saluran telepon, belum lama ini, membenarkan kegelisahan dan kepanikan mereka
atas kejadian tersebut.

Apalagi menurut mereka, kediaman tempat Isolasi yang
bersangkutan berada pada lingkungan yang padat penduduk, serta memiliki
keluarga besar yang sehari-hari berbaur dengan masyarakat setempat.

Terkait kasus ini, Sekretaris Dinas Kesehatan Kepulauan Aru
dr. Hendrik Darakay yang dihubungi awak media ini melalui telepon selulernya, membenarkan
hal tersebut.

“Memang yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19,”
jawabnya.

Namun dr. Darakay meminta kepada warga setempat untuk tidak
panik menyikapi keputusan yang bersangkutan untuk tidak menjalani Isolasi di
tempat karantina terpusat yang telah disediakan Gugus Tugas setempat.

Ia menjamin KK akan menjalani Isolasi mandiri dengan baik di
rumah.

“Beliau juga memiliki kediaman yang layak untuk menjalani
Isolasi mandiri yang didukung dengan keluarganya yang sebagian besar adalah orang
kesehatan. Ada satu dokter dan dua tenaga medis,” beber dr. Darakay.

Ia yakin isolasi mandiri yang bersangkutan akan berjalan
dengan baik sesuai protokol kesehatan dan tidak ada kemungkinan penularan virus
Covid-19 ke warga setempat.

Selain itu, wilayah tempat tinggalnya juga masuk kawasan
pemantauan Puskesmas setempat Puskesmas Dobo.

“Saya sangat salut dengan keluarga mereka yang sangat
taat terhadap protokoler kesehatan, sehingga mereka semua sudah menjalani
pemeriksaan dan mereka semua sehat-sehat. Sekarang tanggung jawab kita adalah
menyampaikan kepada basudara disana untuk tidak terlalu panik karena saya
sangat yakin beliau akan menjalani isolasi mandiri dengan baik,” tandasnya.

Kendati demikian, warga setempat tetap panik dan memintah
kepada Gugus Tugas untuk mengarahkan yang bersangkutan menjalani isolasi
terpusat di tempat karantina khusus.

“Katong di sini panik, jadi tolong Gugus Tugas suruh
antua karantina di tempat karantina khusus, apa sih keistimewaan antua sampe
yang lain di tempat karantina khusus mar antua di rumah saja,” desak salah
satu warga yang meminta namanya tak dipublikasikan.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan
Aru, Hendrik Ngutra selaku salah satu Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, yang di
konfirmasi awak media ini mengaku belum ada laporan yang masuk ke pihak mereka.

Ia menilai, mungkin yang bersangkutan menjalani isolasi
mandiri di rumah karena pertimbangan keluarganya yang sebagian besar adalah
tenaga kesehatan.

Meski begitu, Ngutra mengaku jika dirinya ada di posisi itu,
maka dengan kesadaran sendiri akan melakukan isolasi di lokasi karantina terpusat
yang sudah disediakan sehingga tidak mengganggu kondisi sosial di lingkungan
setempat.

Terpisah, salah satu tokoh muda setempat memperkirakan
meningkatnya jumlah orang terpapar Covid-19 diakibatkan momen Pilkada yang baru
saja usai.

Apalagi saat kampanye terakhir sebelum pencoblosan, terjadi
kerumunan massa hingga diyakini memicu klaster baru.  

“Protokol kesehatan tidak ada sama sekali, makanya meledak
seperti ini,” bebernya.

Olehnya itu, sumber mendesak, tim Satgas Covid-19 dan instansi
terkait agar secepatnya mengambil langkah sebagai upaya mencegah melonjaknya
angka terkonfirmasi positif di daerah ini.

Sesuai data Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, hingga 3
Januari 2021, jumlah kasus di Kabupaten Kepulauan Aru mencapai 78 orang terkonfirmasi
postif.

(dp-31)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *