Utama

Peringatan “Kembalinya Papua ke NKRI” Digelar Di Kota Jayapura

83
×

Peringatan “Kembalinya Papua ke NKRI” Digelar Di Kota Jayapura

Sebarkan artikel ini

Jayapura, Dharapos.com
Tanggal 1 Mei 1963 merupakan tonggak bersejarah bagi Bangsa Indonesia teristimewa bagi seluruh masyarakat di tanah Papua yang telah menyatakan kesetiaannya sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Walkot HUT 1 Mei
DR. Benhur Tommi Mano, MM

Terkait itu, guna memperingati 52 tahun resminya Papua yang kala itu dikenal dengan sebutan Irian Barat kembali ke pangkuan “Ibu Pertiwi”, maka pada Jumat (1/5), Pemerintah kota Jayapura menggelar upacara yang dikemas bersama Kodim 1701 dan Polres Jayapura kota.

Upacara yang mengambil tempat di samping taman IMBI, Distrik Jayapura Utara, Provinsi Papua tersebut langsung dipimpin Walikota Jayapura DR. Benhur Tommi Mano, MM.

Turut hadir, Pangdam XVII Cendrawasih, Mayjen TNI. Fransen G. Siahaan, Kasdam XVII Cendrawasih Brigjen TNI Tatang Sulaiman, Wakil Walikota, DR. H. Nuralam, SE,M.Si, Ketua DPRD Kota, Dra. Lievelin Louisa Ansanay, M.MPd, dan Sekretaris Kota R.D. Siahaya.

Selain itu, Dandrem 172/PWY Kol. Inf. Tri Yuniarto, S.AP, M.Si, Dandim 1701 Jayapura Letkol Inf. A. Yoyok Pranowo, Kapolres Jayapura kota.  AKBP. Jeremias Rontini, serta perwira TNI/POLRI, para Asisten dan seluruh pimpinan SKPD di lingkup Pemkot, Kepala Distrik, Kepala kelurahan dan Kampung serta keluarga pejuang yang juga turut hadir pada upacara tersebut.

Walikota dalam sambutannya mengatakan, tanggal 1 Mei 1963 merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia pada umumnya dan masyarakat Papua pada khususnya sebagai momentum untuk mempersatukan seluruh nusantara dari Sabang hingga Merauke.

“Hal ini tidak terlepas dari upaya dan perjuangan para Pahlawan Kusuma Bangsa yang telah mengorbankan tenaga, pikiran , harta bahkan jiwa raga untuk keutuhan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Sejenak, Walikota mengajak hadirin untuk menyimak kembali sejarah Irian Barat (Papua) kembali ke pangkuan NKRI yang mana melalui perjuangan bangsa dan rakyat Papua melalui Trikora akhirnya membuka mata Amerika Serikat (AS), bahkan dunia Internasional.

AS bersedia menjadi penengah dalam sebuah persetujuan New York pada 15 Agustus 1962.  Atas persetujuan tersebut maka masalah Irian barat resmi kembali ke pangkuan NKRI melalui Resolusi No. 1572 dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-17 tanggal 21 September 1962. Persetujuan inilah yang biasa dikenal dengan sebutan “New York Agreement”.

Walkot HUT 1 Mei3
Peserta upacara dari berbagai unsur

“Perjanjian ini mempertegas kembalinya Papua ke NKRI,” cetus Walikota.

Atas dasar persetujuan New York maka secara resmi tanggal 1 Oktober 1962, Belanda menyerahkan Irian Barat kepada Badan Pemerintah Sementara PBB.

“Dan tepat pada tanggal 1 Mei 1963 merupakan waktu yang ditunggu yakni bendera PBB diturunkan hanya tersisa bendera Merah Putih yang berkibar di Irian Barat. Setelah itu, yang menjadi kewajiban bangsa Indonesia adalah melaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) Irian barat namun tetap di pantau PBB atas semua proses tersebut,” tambahnya.

Ditegaskan, putra asli Port Numbay bahwa hasil PEPERA tersebut telah menyatakan dengan tegas bahwa penduduk Irian Barat tidak terpisahkan dari NKRI dan telah dikukuhkan Majelis Umum PBB.

“Pelaksanaan penentuan nasib sendiri Irian barat dilakukan secara demokratis dan transparan serta diterima masyarakat Internasional karena telah melibatkan masyarakat Irian Barat melalui proses konsultasi dengan cara pemberian suara dalam PEPERA,” tegas dia.

Dikatakan, pejuangan kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI pada tanggal 1 Mei 1963 bukanlah upaya paksa akan tetapi merupakan perjuangan rakyat Papua sendiri guna mempertahankan keutuhan NKRI dari Sabang sampai Merauke.

Pada perjuangan tersebut, lanjut Walikota, sejumlah orang asli Papua turut berjuang keras guna mempertahankan Irian Barat sebagai bagian dari NKRI dan kini mereka telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional yaitu, J.A. Dimara, Marthen Indey, Silas Papare dan Frans Kaisiepo.

Oleh karena itu, apabila masih ada masyarakat Papua yang masih memiliki persepsi yang salah tentang hal ini, maka pada kesempatan tersebut dirinya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama meluruskan sejarah tersebut.

“Karena tugas generasi era sekarang ini bukan lagi memperdebatkan masalah tersebut akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita berkarya, bekerja keras untuk mengisi pembangunan ke arah yang lebih baik,” tandas Walikota.

Ditambahkan, peringatan kembalinya Irian Barat (Papua) ke NKRI pada tanggal 1 Mei dapat memperkuat semangat membangun kota Jayapura, sehingga menjadi warga negara yang baik.

“Tidak ada alasan Papua keluar dari Indonesia karena ini merupakan aspirasi dan kemauan orang tua kita yang menginginkan Papua masuk ke dalam bingkai NKRI,” pungkasnya.

Walkot HUT 1 mei5
Acara pelepasan balon secara bersama-sama

Peringatan 52 tahun kembalinya Papua ke NKRI ini mengusung tema “Dengan dilandasi semangat kembalinya Papua ke pangkuan NKRI tanggal 1 Mei 1963 kita wujudkan kota Jayapura, Papua yang aman, Papua yang damai, Papua yang sejahtera”.

“Maka sebagai anak bangsa, saya mengajak seluruh masyarakat kota Jayapura untuk mewarisi kekuatan dan semangat pejuang pendahulu kita,” tutup orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua ini mengakhiri sambutannya.

Diakhir dari peringatan tersebut, Walikota bersama Pangdam dan sejumlah pejabat lainnya melakukan pengguntingan benang untuk melepaskan ratusan balon secara bersama-sama menandai peringatan 52 tahun kembalinya Irian Barat (Papua) ke pangkuan NKRI.

(Harlet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *