Hukum dan Kriminal

Akibat Soal Sepele, Warga Desa Tumbur – Lorulun Nyaris Bentrok

92
×

Akibat Soal Sepele, Warga Desa Tumbur – Lorulun Nyaris Bentrok

Sebarkan artikel ini

Saumlaki, Dharapos.com
Tak diketahui sebab musababnya, dua warga desa bersaudara yakni desa Tumbur dan desa Lorulun di kecamatan Wertamrian – Kabupaten Maluku Tenggara Barat semenjak Rabu hingga Kamis malam (4/6) nyaris terlibat kontak fisik sehingga aparat Kepolisian Resort MTB yang langsung dipimpin oleh Kapolres AKBP. Abner Richard Tatuh langsung diterjunkan ke TKP guna melakukan pengamanan.

Kapolres MTB bentrok
AKBP. Abner R. Tatuh

Kepada wartawan, Kepala Desa Tumbur – Isaias Malindar menuturkan jika kejadian tersebut berawal dari adanya perkelahian antar dua pemuda dari desa Tumbur dan desa Lorulun di saat penutupan kegiatan kemping rohani OMK se Paroki yang dilaksanakan di desa Tumbur hari Selasa (2/6).

Meskipun kejadian tersebut telah berhasil dilerai oleh aparat keamanan di lokasi namun ternyata masih menyisahkan dendam dari beberapa pemuda desa Lorulun.

Hal ini terbukti dari adanya aksi pemukulan yang dilakukan oleh beberapa pemuda desa Lorulun terhadap Tison Umnehopa – pemuda desa Tumbur.

Oleh karena aksi pemukulan tersebut terjadi pada pukul 16:00 WIT maka pelaku pemukulan masih dikenali oleh korban.

Karena tidak puas dengan kejadian tersebut maka sejumlah warga dari desa Tumbur berencana mendatangi pihak Polsek Wertamrian guna meminta penanganan serius, namun sesampainya di jalan penghubung desa dengan jalan utama telah dihadang oleh aparat Polsek Wertamrian,

Bahkan ada perlakuan yang tidak sewajarnya dilakukan oleh beberapa oknum aparat polsek Wertamrian terhadap warga desanya.

“Tepat disekitar jam 3-sampai jam 4 dimana saat itu suasana semakin memanas dan ini keluarga terinspirasi karena terhitung telah 1×24 jam persoalan tersebut ditangani oleh Polsek Wertamrian namun kita belum mengetahui siapa pelakunya. Tetapi aksi yang dilakukan oleh keluarga korban itu bukan bertujuan untuk anarkis tetapi mau menunjukan saja bahwa bagaimana ada perhatian dan keseriusan aparat kepolisian dalam menangani persoalan. Salah satu oknum anggota Polsek saat itu menodongkan senjata di salah satu masyarakat dan setelah itu mengeluarkan tembakan ke udara dan kami sangat menyesal dengan cara tersebut yang bagi kami menyalahi aturan,” tutur Malindar.

Meskipun kondisi saat itu telah berhasil di amankan oleh aparat kepolisian Sektor Wertamrian namun kembali memanas pada keesokan harinya akibat aksi pemukulan yang dilakukan oleh sejumlah pria bertopeng terhadap Dionisius Fenanlampir dan Kostantinus Melsasail di seputaran cabang jalan trans Yamdena dengan jalan raya menuju desa Tumbur pada pukul 19:00 WIT.

Kostantinus sempat melarikan diri dan terhindar dari serangan bejad para pelaku dengan luka ringan yang dia alami, sementara Dionisius harus terkapar di tanah dan dilarikan ke RSUD dr. PP. Magrety Saumlaki akibat serangan para pelaku yang mengakibatkan terjadi luka serius di kepala dan tangan korban.

Bahkan meskipun telah ditangani dengan 13 jahitan namun sejak saat itu hingga berita ini naik cetak, korban belum sadarkan diri.

Kades Tumbur mengakui jika sebagian warganya menduga kuat bahwa pelakunya adalah para pemuda asal desa Lorulun termasuk 2 oknum anggota polsek Wertamrian yang berasal dari desa Lorulun.

Sementara itu, Kapolres MTB AKBP. Abner Richard Tatuh saat ditemui di ruang kerjanya Jumat siang (5/6) membenarkan kejadian tersebut.

Kapolres yang saat itu menuju lokasi dan memediasi kedua warga desa mengakui jika telah melakukan langkah-langkah preventif untuk cipta kondisi yang aman antar 2 warga desa dengan tetap melakukan penyelidikan sesuai keterangan masyarakat ke dua desa.

Dia menuturkan jika persoalan tersebut dipicu oleh adanya persoalan pribadi yakni adanya perkelahian antar dua pemuda dan berujung pada memanasnya sejumlah warga ke dua desa.

“Sebetulnya kalau ini cepat ditangani maka tidak merembes itu, tapi mungkin dari pihak kita belum mengetahui pelakunya namun masyarakat maunya harus cepat karena korban ada di rumah sakit dan mereka tidak tega-teganya melihat saudaranya di rumah sakit seperti begitu. Tapi kalau terjadi seperti itu maka para kepala desa minimal melaporkan kepada saya, kan saya dekat, kan kalau tidak beres dibawah maka bisa kasi tahu saya. Karena kalau memang pelakunya pakai topeng, kita tidak bisa berkesimpulan bahwa ooh ini mirip si A atau mirip si B dan kita tangkap, karena kita perlu lakukan penyelidikan dulu, cari dari awal mulanya, dari TKP awal itu dan akhirnya di tikungan diatas itu,” ulasnya.

Meskipun saat ini sementara dilakukan mediasi dan penyelidikan lanjut terhadap para kepala desa beserta perangkat desa namun Kapolres sempat menyatakan kekesalannya terhadap para kepala desa yang tidak berkoordinasi dengan Kepolisian untuk penanganan masalah namun ternyata juga bersama para warganya di jalan saat terjadi ketegangan antar dua desa.

Terkait laporan warga jika adanya dugaan keterlibatan dua oknum polsek Wertamrian terhadap aksi pemukulan, Kapolres mengaku jika dua oknum anggotanya itu sementara menjalani pemerikasaan dan jika terbukti maka sudah pasti proses hukum hingga penjatuhan sanksi sesuai aturan akan ditegakkan.

Kapolres Tatuh menduga jika memanasnya warga dua desa tersebut sengaja dimainkan oleh oknum tertentu, yang sengaja memanas-manaskan suasana hingga nyaris terjadi kontak fisik antar dua desa bersaudara tersebut.

Olehnya itu, saat ini pihaknya sementara marathon melakukan penyelidikan dan jika terbukti maka sudah pasti diproses lanjut.

Kapolres mengaku jika warga dua desa tersebut sangat menginginkan adanya suasana yang aman dan damai.

Hal ini dia temui saat berdialog dengan warga kedua desa di lokasi pada saat ketegangan terjadi kamis malam kemarin.

Olehnya itu kedepan, pihaknya akan mengintensifkan keamanan di seputaran batas kedua desa, dengan membangun pos polisi di areal masuk bandara sesuai permintaan masyarakat di dua desa tersebut.

Kepada masyarakat, Kapolres berharap agar tetap tenang dan bersabar menanti proses hukum yang tengah dilakukan oleh pihaknya, dan tidak tergiur dengan hasutan-hasutan dari oknum-oknum yang sengaja menciptakan konflik susulan.


(dp-18)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *