Ambon, Dharapos.com – Gubernur Hendrik Lewerissa resmi menyurati Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) guna meminta penambahan besaran anggaran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) agar disetarakan dengan daerah lain di Indonesia.
Permintaan tersebut didasari tingginya harga bahan konstruksi di Maluku yang dinilai jauh lebih mahal dibandingkan wilayah lain.
“Tingkat kemahalan bahan konstruksi di Maluku cukup tinggi. Karena itu, kita meminta agar biaya bantuan bisa ditambah. Harapannya, Pemerintah Pusat melihat kondisi Maluku tidak dengan kacamata Jakarta, tetapi berdasarkan realitas yang ada di daerah,” tegas Gubernur saat menghadiri kegiatan serah terima BSPS Tahun Anggaran 2025 di Negeri Hative Kecil, Kota Ambon, Selasa (3/3/2026).
Pada kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran Pemerintah Provinsi Maluku merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program perumahan rakyat yang digagas Pemerintah Pusat.
“Kami hadir di sini untuk seremoni penyerahan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Sebagaimana kita ketahui, tahun ini sudah banyak rumah yang dibangun. Bahkan pada tahun 2026 ini Maluku akan mendapatkan hampir 3.000 unit rumah, tepatnya 2.998 unit yang memperoleh fasilitas BSPS,” ungkapnya.
Gubernur menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada Kementerian PKP atas perhatian serius terhadap kebutuhan perumahan di Maluku.
Menurutnya, Pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota bersama DPR RI dan DPRD memiliki komitmen yang sama dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian layak.
Meski demikian, Gubernur menekankan bahwa upaya untuk mendapatkan perhatian lebih besar dari Pemerintah Pusat harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan berbasis data yang akurat.
“Kuncinya adalah data. Kita harus membenahi dan memastikan data yang kita ajukan benar-benar menggambarkan kondisi riil masyarakat Maluku. Dengan usulan berbasis data yang valid, perhatian Pemerintah Pusat akan semakin kuat,” tegasnya.
Ia menilai validitas data menjadi faktor utama dalam memperjuangkan tambahan kuota maupun peningkatan nilai bantuan BSPS ke depan.
Di akhir sambutannya, Gubernur berharap masyarakat penerima bantuan dapat merawat rumah yang telah dibangun serta meningkatkan kualitas hunian secara bertahap apabila memiliki kemampuan ekonomi di kemudian hari.
“Bantuan ini memang terbatas, namun kita berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar program-program pemerintah dapat berjalan dengan baik, demi kepentingan masyarakat dan par Maluku pung bae,” pungkasnya.
(dp-19)













