PAPUA

Gubernur: “RSUD Dok II Belum Masuk Kategori RS Yang Baik”

98
×

Gubernur: “RSUD Dok II Belum Masuk Kategori RS Yang Baik”

Sebarkan artikel ini
Gub enembe RSU Jpr Jelek
Pertemuan Studi Kelayakan RS. Foromoko

Papua, Dharapos.com
Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.IP MH mengatakan walaupun sudah ada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, namun Papua belum mempunyai RS bertaraf internasional maupun RS yang mempunyai pelayanan bagus.

“RSUD Dok II Jayapura sementara ini kita belum bisa kategorikan sebagai rumah sakit yang baik, bahkan mungkin menjadi rumah sakit yang terjelek. Itu sudah dicap Agung Laksono saat masih menjabat sebagai Menteri Kesejahteraan Rakyat,” ungkapnya saat memberikan arahan dalam pertemuan Studi kelayakan pembangunan kawasan RS Foromoko bertaraf internasional di Kabupaten Jayapura yang bertempat di Sasana Karya kantor Gubernur, Rabu (1/4).

Meskipun di tanah Papua mempunyai dana banyak dan lahan besar, tetapi RSUD Dok II Jayapura dicap sebagai RS jelek. Itulah sebabnya harus ada kesadaran dari semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat dan swasta.

“Kita memikirkan untuk menghadirkan rumah sakit bertaraf Internasional. Ini gagasan yang baik, saya sambut baik. Dengan harapan kita dan dunia kampus memberi kontribusi, gagasan yang bersifat ilmiah kepada Pemprov Papua maupun swasta yang akan membangun rumah sakit,”tegas Gubernur.

Dijelaskan, selama dua tahun ini memang Pemprov akan melakukan evaluasi kira-kira kebijakan-kebijakan apa yang dapat dilakukan selama dua tahun ini, perubahan apa yang terjadi atau yang harus kejar dan apa yang harus diperbaiki.

“Dimana-dimana kita temui pelayanan kesehatan tidak maksimal, itulah sebabnya perlu ada terobosan dan gagasan luar biasa dari semua pihak untuk memikirkan semua ini secara representatif dan lebih baik untuk melayani seluruh masyarakat Papua, sudah waktunya untuk memikirkan kita tidak bisa mengandalkan lagi rumah sakit Pemerintah, karena walaupun kita sudah kasih uang cukup banyak tetapi tidak berhasil,”tuturnya.

Ditegaskan Gubernur, pihaknya akan melakukan birokrasi yang berorientasi dan lebih baik memikirkan perubahan zaman dari pada birokrasi yang tidak peduli pada perubahan dan hanya tahu habis bulan terima gaji itu harus di pangkas.

“Ya, hampir sebagian besar kita punya rumah sakit seperti itu, dimana Dokter, staf maupun mantri datang ke kantor habis terima gaji. Jadi, saya ingin suatu  gagasan yang lebih baik dan mendorong pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di Papua,”tegasnya kembali.

Untuk itu, lanjut Gubernur, Pemprov Papua menyambut baik rencana pembangunan RS Foromoko bertaraf internasional di Kabupaten Jayapura yang digagas oleh dr. John Manangsang.

“Kita membutuhkan kehadiran rumah sakit bertaraf internasional dan sebenarnya gagasan ini sudah lahir sejak periode Gubernur lalu, dimana pembangunan rumah sakit ini tidak dilakukan oleh Pemerintah tetapi akan dibangun oleh swasta,” ujar dia.

Lebih lanjut, pembangunan RS bertaraf internasional di Papua sangat penting. Sehingga perlu mendengar studi kelayakan dari semua pihak seperti dari UI dan ITB Bandung yang akan menyiapkan studi kelayakan.

“Dengan pemikiran yang matang dan keinginan yang kuat untuk mendorong agenda pembangunan rumah sakit ini, kita mempunyai kewajiban, mendorong agar rumah sakit ini bisa hadir di Papua,” pungkasnya. 
 
(Piet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *