![]() |
| Menhub RI, Budi Karya Sumadi ketika berbincang dengan Bupati MTB, Bitsael S. Temmar saat melakukan pantauan di Pelabuhan Laut Saumlaki, Kamis (9/2) |
Saumlaki, Dharapos.com
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Pemerintah pusat berkeinginan untuk membuka jalur perdagangan hasil laut dari pelabuhan Saumlaki (Ibu kota Kabupaten MTB, red) menuju kota Darwin di Australia.
Keinginan tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Kamis (9/2) sore,
Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah untuk membuka peluang usaha bagi para pelaku ekonomi di bidang kelautan dan teristimewa masyarakat di daerah tersebut, karena potensi sumber daya lautnya yang sangat melimpah.
“Dalam satu atau dua minggu ini, saya minta laporan dari Pak Bupati tentang berapa besar potensi ikan yang akan dikumpulkan. Kalau nanti potensi ikannya sudah banyak maka kalau memungkinkan, kita buat kapal perintis dulu ke sana. Kita tunggu sudah cukup dua minggu atau berapa lama baru setelah itu kita ke sana” katanya.
Menhub mengatakan produktivitas perikanan di daerah itu dinilai potensial, hanya saja perlu didorong dengan kebijakan Pemerintah dalam membuka peluang investasi sehingga produksi ikan yang dihasilkan oleh para nelayan akan lebih bernilai saat dipasarkan keluar negeri ketimbang hanya menjadi konsumsi dalam negeri.
“Oleh karena itu tadi saya sampaikan ke Pak Presiden, bahwa saya ke Saumlaki untuk melihat kemungkinan ada penerbangan ataupun kapal langsung ke Darwin. Kenapa demikian, karena di sini banyak produk ikan khususnya yang merupakan komoditi terpilih yang nilai jualnya tinggi. Jadi kalau itu segera kita kirimkan ke Darwin maka nilai tambah yang diperoleh oleh masyarakat pun menjadi tinggi,” bebernya.
Langkah Pempus itu, lanjut Menhub, perlu didorong dengan kebijakan Pemda MTB.
Untuk itu, Pemkab MTB perlu membentuk tim khusus untuk melakukan kajian hubungan perdagangan dengan Pemerintah Darwin, sebelum ada finalisasi program dimaksud.
“Saya minta bupati kalau dapat tolong kontak ke Darwin tentang kemungkinan-kemungkinan
perdagangan bahkan mungkin ada barang-barang tertentu yang akan di bawah dari sini. Jadi pak Bupati nanti tolong lapor kami kalau sudah ada satu tim tertentu yang mengkolaborasikan atau mengumpulkan produk-produk lokal yang bisa di bawa ke Surabaya atau pun ke Darwin,” tandasnya.
Bupati Maluku Tenggara Barat, Bitsael Salfester Temmar dikesempatan itu mengapresiasi rencana Pemerintah pusat yang mendorong adanya jalur perdagangan antara Saumlaki ke Darwin.
“Saya rasa goodwill Pemerintah pusat itu mesti kita apresiasi tapi memang tidak semudah membalik telapak tangan dan mestinya melalui sebuah proses. Yang pasti goodwill pemerintah sudah ada dan mendorong kita di daerah untuk selekasnya memperbaiki kinerja ekonomi kita, dengan begitu hubungan kita keluar negeri itu jauh lebih baik,” urainya.
Bupati juga menyebutkan bahwa basis pengembangan hubungan MTB dengan Australia itu tepatnya di bidang ekonomi, karena itu rencana Pempus merupakan hal positif bagi daerah dan perlu didorong.
“Pak Mentri tadi bilang itu betul. Mari kita rintis laut, karena laut yang menghubungkan kita dengan Australia itu dan dimana barang-barang kita bisa masuk ke pasar Australia, mengapa tidak? Saya kira itu prinsip dasarnya, termasuk tol laut,” pungkasnya.
(dp-18)













