Dobo, Dharapos.com – Masyarakat Desa Balatar, Kecamatan Aru Tengah Timur, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku kini diperhadapkan pada kondisi krisis air bersih yang cukup parah.
Adapun pemicunya, karena terjadinya kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
Warga setempat mengaku kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi itu, masyarakat menilai belum ada langkah nyata dari Pemerintah desa untuk mengatasi persoalan yang mereka hadapi.
Bahkan, warga setempat kini meminta perhatian serius Pemerintah daerah baik Kabupaten Kepulauan Aru maupun Provinsi Maluku.
Salah seorang warga, David Oru mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemerintah desa setempat yang dinilai belum mengambil tindakan untuk membantu masyarakat mengatasi krisis air bersih itu.
“Untuk itu kami mendesak Bapak Gubernur Maluku dan Bupati Kepulauan Aru untuk menyikapi kekeringan yang mengakibatkan krisis air bersih di desa kami,” desak David kepada media ini, Minggu (18/10/2026).
Di tengah keterbatasan dan belum adanya solusi yang dirasakan warga, sekitar 70 kepala keluarga di Desa Balatar kini bergotong royong mencari sumber air secara mandiri.
Mereka melakukan penggalian secara tradisional menggunakan linggis, sekop, dan peralatan seadanya demi mendapatkan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga berharap Pemkab Kepulauan Aru dan Pemprov Maluku segera turun tangan memberikan bantuan nyata, sekaligus memastikan pengelolaan anggaran desa berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, hingga berita ini dipublish, media ini belum berhasil memperoleh keterangan dari Pemerintah desa setempat maupun Pemda.
(dp-31)














