HARUKU, Dharapos.com – Semangat nasionalisme dan persatuan terasa kuat dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Negeri Aboru, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (17/8/2026).
Peringatan kemerdekaan yang dipusatkan di SMA Negeri 39 Maluku Tengah tersebut diawali dengan kirab Bendera Merah Putih sepanjang 500 meter sebelum dilanjutkan dengan upacara pengibaran bendera.
Upacara yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” itu diselenggarakan Kodim 1504/Ambon dan dipimpin Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., selaku Inspektur Upacara.
Komandan Upacara dipercayakan kepada Kolonel Inf Rudolf Paulus yang saat ini menjabat Waasintel Kasdam XV/Pattimura.
Sementara Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih melibatkan pelajar SMA Negeri 19 Maluku Tengah, yakni Jeli Soumokil, Helmy Usmany, dan Etgar Malawau.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, S.Sos., Dankodaeral IX/Ambon Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., Dansat Brimob Polda Maluku Kombes Pol. Tedy Purnanto, S.I.K., serta unsur TNI-Polri, pemerintah negeri, guru, dan para pelajar.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dibacakan Pangdam XV/Pattimura, ditegaskan bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa harus dijaga dengan memastikan kedaulatan, keamanan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap terpelihara.
“Delapan puluh satu tahun lalu, para pendiri bangsa merebut kemerdekaan dengan pengorbanan darah, keringat, dan air mata. Tugas kita hari ini adalah menjaga kemerdekaan itu dengan memastikan kedaulatan, keamanan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga,” tegasnya.
Panglima TNI juga menekankan pentingnya soliditas internal TNI sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Karena itu, seluruh prajurit diminta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum dan disiplin, termasuk judi online, narkoba, desersi, penyalahgunaan wewenang, maupun tindakan indisipliner.
“TNI tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum dan disiplin. Oleh sebab itu, jauhi judi online, narkoba, desersi, penyalahgunaan wewenang, hingga tindakan indisipliner. Jangan biarkan kesalahan individu merusak nama baik satuan dan institusi TNI,” ujarnya.
Menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks menuju Indonesia Emas, seluruh prajurit dan ASN TNI juga diminta mengimplementasikan nilai-nilai TNI PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
Selain itu, prajurit dan ASN TNI diingatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI, memperkuat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, meningkatkan kesiapsiagaan operasional, serta bijak dan waspada dalam menggunakan media sosial.
Aboru Jadi Simbol Kehadiran Negara
Usai upacara, Pangdam XV/Pattimura mengatakan pelaksanaan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Aboru memiliki makna khusus.
Menurutnya, tahun ini upacara kemerdekaan digelar di dua titik, yakni Kota Ambon dan Negeri Aboru.
“Semua ini dilakukan karena kecintaan kita kepada masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa keadilan dan perhatian tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga hadir hingga ke pelosok,” ujarnya.
Pangdam berharap kehadiran jajaran TNI bersama pemerintah dan masyarakat dalam peringatan kemerdekaan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Aboru.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Negeri Aboru yang telah menunjukkan kerja sama, semangat, dan antusiasme dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.
“Solidaritas dan sinergi harus terus kita jaga. NKRI harga mati. Tidak ada ruang, waktu, dan tempat bagi oknum atau kelompok yang ingin memecah belah persatuan,” tegasnya.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI kemudian dilanjutkan dengan Pesta Rakyat bersama masyarakat.
Berbagai kegiatan digelar, mulai dari tarian Pancasila yang dibawakan pemenang lomba, SD Negeri 290 Maluku Tengah, makan bersama, pembagian sembako, pengobatan massal, hingga aneka perlombaan yang melibatkan Forkopimda Maluku bersama masyarakat.
Kehadiran jajaran TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam satu rangkaian perayaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, gotong royong, dan semangat kebangsaan di Negeri Aboru.
(dp-53)













