Saumlaki, Dharapos.com
Kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 melalui pembangunan nasional yang berkesinambungan.
![]() |
| Logo HKN Ke 50 |
Pembangunan kesehatan itu diarahkan untuk mempertinggi derajat kesehatan masyarakat, bagi pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia Indonesia dan sebagai modal bagi pelaksanaan Pembangunan Nasional yang pada hakikatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia;
Seiring dengan berjalannya waktu, maka telah terjadinya pergeseran paradigma penyelengaraan pembangunan kesehatan dari paradigma lama yang semula diarahkan pada bagaimana berusaha untuk menyembuhkan orang yang sakit (Penderkatan Kuratif) ke paradigma baru yaitu bagaimana berusaha untuk mencegah penyakit (Penderkatan Preventif), bukan lagi bagaimana ia harus mengupayakan pengobatan bagi yang sakit serta bagaimana mempromosikan atau mengajak orang untuk berperilaku hidup sehat (Penderkatan Promotif ).
Demikian cuplikan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara Barat, dr. Juliana Ch. Ratuanak pada acara peringatah Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke 50 tingkat kabupaten Maluku Tenggara Barat di Saumlaki, belum lama ini.
Menurutnya, maksud diselenggarakannya peringatan HKN ke 50 ini adalah agar perjalanan pembangunan kesehatan selama setengah abad ini dapat dijadikan inspirasi dan spirit bagi perjuangan jajaran kesehatan untuk mempercepat terwujudnya Bangsa Indonesia yang sehat jasmani, rohani, sosial serta bermutu produktif dan berdaya saing.
“Sementara itu, peringatan HKN ke 50 tahun di MTB dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan semangat dan kepedulian semua pemangku kepentingan kesehatan serta seluruh lapisan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta mempromosikan arti pentingnya pembangunan kesehatan dalam mendukung penyelenggaraan pembangunan nasional.” Ujarnya.
Dikatakan, Peringatan HKN ke 50 tersebut yang dilaksanakan jajaran Dinkes MTB ke bawah.
Walaupun dalam suasana yang sederhana karena keterbatasan anggaran, namun dengan semangat kebersamaan dan semangat melayani yang tinggi, semua elemen kesehatan di MTB berkomitmen untuk di usia emas ini, dapat memotivasi kembali untuk tetap setia melaksanakan tugas dan pengabdian walaupun diperhadapkan dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan.
Panitia peringatan HKN, beber dr. Yul, telah melaksanakan beberapa kegiatan dengan melibatkan semua perwakilan dari seluruh Puskesmas dalam wilayah MTB antara lain, Olah Raga Jalan Santai dan Senam bersama seluruh pegawai dalam jajaran Pemda MTB dengan Kantor Layanan Operasional Kabupaten BPJS, Lomba Cerdas Cermat tingkat SMA dan SMK, Lomba Cerdas Cermat tingkat SMP, Lomba Cerdas Cermat tingkat SD, Lomba Cerdas Cermat Kader Pos Yandu, Pidato tingkat SMA dan SMK, Pidato tingkat SMP serta Pidato tingkat SD.
Sementara itu, Bupati Bitzael S. Temmar dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan momentum HKN ke 50, semua aparatur pemerintah MTB, terutama jajaran kesehatan, diharapkan dapat mengispirasi perjalanan pembangunan kesehatan selama setengah abad ini bagi perjuangan dalam rangka mempercepat terwujudnya bangsa Indonesia yang sehat jasmani, rohani, sosial serta bermutu produktif dan berdaya saing.
“Semua jajaran kesehatan diharapkan untuk dapat berperan aktif menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat di MTB dalam upaya memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menggalakan perilaku hidup bersih dan sehat serta tetap meningkatkan koordinasi dan sinergitas dengan berbagai pihak atau pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di kabupaten ini,” ungkapnya.
Bupati pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada keluarga besar Kesehatan di daerah julukan Duan dan Lolat tersebut karena walaupun dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan, mereka telah berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat bumi duan lolat tercinta.
Selain itu , ucapan dan apresiasi yang sama, disampaikan pula kepada pribadi-pribadi yang mempunyai kepedulian terhadap upaya peningkatan kesehatan masyakat seperti kader-kader posyandu yang dengan penuh keikhlasan mengabdikan dirinya tanpa pamrih untuk membantu pemerintah daerah dalam upaya upaya peningkatan kesehatan masyakat, khususnya kesehatan ibu dan anak di desa-desa.
“Semoga dengan momentum perayaan HKN ke 50 atau ulang tahun emas tahun ini, kita semua kembali diingatkan bahwa mengobati orang yang sakit itu penting, tetapi alangkah lebih baiknya kalau kita mencegah terjadinya kesakitan serta terus mempromsikan kepada orang lain bahwa kalau sakit dan mau menjadi sehat itu mahal, untuk itu lebih bijaksana kalau kita lebih mengutamakan perilaku hidup sehat dan bersih,” pungkasnya.
(mon)













