Politik dan Pemerintahan

Sekda Maluku Pimpin Rakor Bahas Pelaksanaan Gernas BBI 2021

54
×

Sekda Maluku Pimpin Rakor Bahas Pelaksanaan Gernas BBI 2021

Sebarkan artikel ini

Sekda Mal KS Rakor Persiapan Gernas BBI 2021
Sekda Kasrul Selang (tengah) memimpin Rakor persiapan pelaksanaan Gernas BBI, Rabu (2/6/2021) 


Ambon, Dharapos.com
– Sekretaris Daerah Kasrul Selang
memimpin Rapat koordinasi (Rakor) membahas tentang persiapan pelaksanaan
Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021, yang akan di
gelar di Maluku pada November mendatang.

Rakor bertempat di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Rabu
(2/6/2021).

Hadir dalam rapat tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan
dan Kesejahteraan Setda Maluku M Saleh Thio, Asisten Deputi Pengembangan
Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Sartin Hia, Direktur Kemitraan dan Penyelarasan
Dunia Usaha dan Industri Ahmad Saufi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku,
Noviarsano Manullang, para staf lembaga vertikal dan peserta rapat lainnya.

Dalam rapat itu, Sekda mengusulkan, akan diadakan persiapan
terlebih dahulu jelang pelaksanaan Gernas BBI di Maluku, diantaranya,
peluncuran awal atau soft launching di bulan Juli hingga November.

Dalam kurun waktu tersebut, pihaknya akan mendesain logo
Gernas sesuai ciri khas adat budaya orang Maluku.

“Memang benar, ekomoni kita terpuruk sejak pandemi
berlangsung. Maka mau tidak mau, Gernas BBI ini harus digerakkan oleh para ASN,
rekan-rekan TNI/Polri maupun lembaga vertikal. Nanti di bulan November kita
sudah Grand Launching. Ini tinggal dicari mekanismenya,” usul Sekda.  

Ditempat yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi
Kreatif Kemenko Marves Sartin Hia, menjelaskan lima poin latar belakang
diselenggarakannya Gernas BBI.

Pertama, terjadinya penurunan penjualan produk UMKM ditengah
situasi pandemi Covid-19. Maka wadah penjualan secara online, dinilai menjadi
solusi.

Meski begitu, masih banyak unit UMKM yang belum melek
digital terutama di luar kota besar.

Kedua, berdasarkan poin pertama, diupayakan adanya rangkulan
seluruh unit UMKM melalui satu Gernas BBI.

Ketiga, dari kedua poin diatas, Presiden Joko Widodo secara
resmi meluncurkan Garnes BBI pada 14 Mei 2021.

“Poin keempat, permasalahan utama yang dihadapi
rekan-rekan dari Artisan/UMKM/IKM Indonesia adalah kualitas, minim permintaan,
dan literasi keuangan digital. Dan poin kelima adalah BBI harus menciptakan
nilai (vae creabon) bagi produsen Artisan Indonesia dan konsumen dalam memiliki
produk,” jelas Sartin.

Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia
Usaha dan Industri Ahmad Saufi menambahkan, BBI adalah sebuah upaya yang
menggabungkan masyarakat, pemerintah, e-Commerce, dan pengadaan pemerintah
untuk bersama memulihkan kondisi ekonomi Indonesia pasca-pandemi melalui Gernas
BBI.

“Gerakan ini mengapresiasi produk lokal karya anak
bangsa, dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada UMKM untuk brand
building, promosi hingga penjualan dan transaksi melalui e-commerce, media
sosial dan gerai ritel di pusat perbelanjaan kota besar dalam negeri, hingga
jaringan Diaspora dan pekerja migran luar negeri,” ujar Ahmad.

Sebagaimana diketahui, Gernas BBI bertujuan untuk mendorong
national branding produk lokal unggulan, sehingga menciptakan industri baru dan
mendorong pertumbuhan ekonomi. Gerakan ini merupakan bagian dari program
percepatan transformasi digital dan industri kreatif nasional.

Pada tahun sebelumnya, Gernas BBI telah berhasil mencapai
3,7 juta unit UMKM onboard, melebihi target awal yang hanya sebesar 2 juta unit
UMKM. Untuk itu, pemerintah kembali melanjutkan Gernas BBI dengan memiliki
target capaian yang baru, yaitu sebanyak 30 juta unit UMKM onboarding di tahun
2023.

Gernas BBI 2021 merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah
terhadap produk dalam negeri, UMKM dan ekonomi nasional.

(dp-19)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *