Ambon, Dharapos.com – Kota Ambon kembali mendapat perhatian di tingkat nasional. Kali ini, Telkomsel memilih Ambon sebagai satu-satunya kota di Indonesia Timur yang menjadi lokasi pelaksanaan roadshow Terpujilah GURU, program pemberdayaan tenaga pendidik berbasis digital yang digelar di 10 kota di Indonesia.
Setelah sukses dilaksanakan di Bogor, Sumedang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, dan Jakarta, Ambon menjadi kota ketujuh yang disambangi dalam rangkaian program tersebut. Kehadiran kegiatan ini juga menjadi bagian dari inisiatif Telkomsel Par Ambon, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan program yang berdampak dan inklusif hingga ke kawasan timur Indonesia.
Sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR), Terpujilah GURU dirancang untuk meningkatkan kapasitas digital para tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan.
Roadshow yang melibatkan sekitar 150 guru dari berbagai sekolah di Ambon itu dihadiri oleh VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi, VP Consumer Business Telkomsel Area Pamasuka Muharlis, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel memberdayakan guru agar dapat menciptakan hari yang lebih baik dan masa depan yang gemilang. Terpujilah GURU kami hadirkan untuk membantu tenaga pendidik memanfaatkan teknologi secara tepat guna sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif, kreatif, dan berdampak,” ujarnya saat memberikan arahan dalam kegiatan dimaksud yang berlangsung di Teluk Ambon Beach Cafe And Resto, Rabu (10/6/2026).
Menurut Fahmi, inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen keberlanjutan Telkomsel melalui prinsip Jaga Cita (Empowering People) yang berfokus pada peningkatan kapasitas SDM serta pemerataan akses dan pemanfaatan teknologi digital di seluruh Indonesia.
Di tengah pesatnya transformasi digital, peran guru dinilai semakin strategis. Mereka tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing siswa agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Apalagi, berdasarkan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG), sekitar 81 persen guru di Indonesia masih belum mencapai standar minimum kompetensi yang ditetapkan.
Melalui pendekatan pembelajaran yang praktis dan aplikatif, para peserta mendapatkan pelatihan pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas, pembuatan konten edukasi kreatif, hingga desain visual bahan ajar. Selain itu, peserta juga memperoleh kesempatan membangun jejaring dengan komunitas guru inovatif serta mendapatkan pendampingan berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa guru memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan masa depan bangsa.
“Saya berdiri di sini karena guru, Pak Fahmi juga. Jadi kalau ada yang tidak menghargai guru, itu keterlaluan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga kembali mengingatkan pentingnya disiplin penggunaan telepon genggam di lingkungan sekolah.
“Jam belajar anak-anak tidak boleh membawa HP. Jangan biarkan mereka membawa HP ke sekolah, apalagi bermain HP saat jam belajar. Itu sangat mengganggu proses pembelajaran,” ujarnya.
Bodewin berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk para pendidik, dapat menjadi agen perubahan untuk kemajuan Ambon, Maluku, dan Indonesia.
“Kami berharap semua yang hadir hari ini, apa pun kedudukan, jabatan, dan statusnya, terpanggil untuk membawa perubahan besar bagi Ambon, Maluku, dan Indonesia menjadi lebih baik,” tandasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Wali Kota Ambon juga menyampaikan penghargaan kepada Telkomsel yang telah memilih Ambon sebagai lokasi penyelenggaraan program nasional tersebut dan memberikan ruang bagi para guru untuk meningkatkan kompetensinya di era digital.
Dalam kegiatan itu turut digelar talkshow bertema “Guru adalah Kunci Era Digital” dengan menghadirkan narasumber VP Consumer Business Telkomsel Area Pamasuka Muharlis, Direktur Ambon Music Office sekaligus Focal Point Ambon UNESCO City of Music, Ronny Lopies, serta Tenaga Ahli Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Motulz Anto.
Selain itu, peserta juga mengikuti mini workshop bertajuk “From Prompting to Executing” yang dibawakan Harry Mawardi dari ITSB Innovation & Research Centre. Workshop tersebut membahas perkembangan AI, teknik penyusunan prompt, etika penggunaan kecerdasan buatan, hingga praktik pembuatan konten edukasi berbasis teknologi.
Program Terpujilah GURU sendiri akan berlangsung sepanjang Mei hingga September 2026 dengan target menjangkau lebih dari 1.000 guru di berbagai daerah melalui tahapan scouting, screening, academy, mentoring, hingga bootcamp. Untuk memperluas dampak secara berkelanjutan, Telkomsel menggandeng berbagai komunitas dan organisasi profesi seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Guru Pejuang Digital, PPG Prajabatan, dan 1000 Guru.
Melalui kolaborasi tersebut, Telkomsel berharap Terpujilah GURU dapat menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia sekaligus mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan era digital.
(dp-53)













