Utama

Wagub Orno Buka Persidangan ke 42 MPL GPM 2021

28
×

Wagub Orno Buka Persidangan ke 42 MPL GPM 2021

Sebarkan artikel ini

Wagub Orno Buka Sidang ke 42 MPL GPM 2021
Wagub Barnabas Orno saat membuka sidang ke 42 MPL GPM bertempat di gedung Syalom Elat, Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (31/10/2021). Wagub didampingi Bupati M. Thaher Hanubun dan Ketua Sinode GPM Pdt. Elifas Maspaitella

Langgur,
Dharapos.com
– Gereja Protestan Maluku (GPM) dengan ikonnya sebagai gereja
orang bersaudara menjadi model kontekstual berteologi di Maluku, Indonesia dan
dunia.

Hal itu
menjadi harapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku sebagaimana disampaikan  Wakil Gubernur Barnabas Orno pada kegiatan
pembukaan sidang ke 42 Majelis Pekerja Lengkap (MPL) GPM yang berlangsung di
gedung Syalom Elat, Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (31/10/2021).

“Sub tema
MPL kali ini sangat luar biasa yaitu membangun gereja yang memiliki ketahanan
dan daya juang demi kualitas hidup bersama di tengah pergumulan menghadapi pandemi
Covid-19 dan transformasi digital,” akuinya.

Menurut Wagub,
sub tema ini sangat tepat dan relevan disaat semua masih terus berjuang
mengatasi pandemi Covid-19.

“Di sisi
lain kita sedang menghadapi perubahan menuju masyarakat digital. Dimana untuk
itu, Pemerintah Indonesia telah menggulirkan program transformasi digital yang
telah tertuang dalam peta jalan Indonesia digital 2021-2024, sebagai pedoman
strategis perjalanan Indonesia menjadi bangsa digital, urainya.

Adapun empat
pilar pelaksanaannya meliputi infrastruktur, pemerintahan, masyarakat dan
ekonomi yang semuanya digital.

“Untuk itu,
sebagai warga bangsa kita semua terpanggil untuk melakukan transformasi digital,”
ajaknya.

Lanjut Wagub,
sesuai sub tema MPL kali ini menunjukan sikap GPM sangat responsif dan memahami
kondisi terkini antara perkembangan teknologi, kebijakan pemerintah  kebutuhan umat .

“Lebih
dari itu, ketika GPM berperan aktif dalam menopang transformasi digital
Indonesia sudah barang tentu GPM telah mengejawantahkan akta berteologi
kontekstual,” lanjutnya.

Wagub
menambahkan pula, jika pada zaman dahulu konteks berteologi yang adalah
masyarakat tradisional dan sederhana sebaliknya saat ini adalah masyarakat
kompleks dan digitalisasi.

“Dalam
sidang MPL kali ini akan ada banyak ide dan gagasan yang tercetus melalui
keputusan – keputusan guna mengarahkan GPM semakin siap menghadapi tantangan
lingkungan dan perubahan zaman serta teknologi yang begitu cepat,” harapnya.

Pada
kesempatan itu, Wagub tak lupa mengajak semua pihak untuk mensukseskan kegiatan
ini dengan mematuhi protokol kesehatan covid 19.

Turut hadir,
Anggota DPR-RI Hendrik Lewerissa, Deputi I Kantor Staf Kepresidenan  Febry Calvin Tetelepta, Bupati Malra M. Thaher
Hanubun, Wakil Bupati Petrus Beruatwarin, Wali Kota Tual serta jajaran forkopimda
Malra dan Kota Tual serta para tamu undangan lainnya.

(dp-19)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *