PAPUA

Walikota Instruksikan PU Perbaiki Saluran Di Depan SD 45 Entrop

70
×

Walikota Instruksikan PU Perbaiki Saluran Di Depan SD 45 Entrop

Sebarkan artikel ini
Kadis PU JPR
Nofdi Rampi

Jayapura, Dharapos.com
Walikota Jayapura DR. Benhur Tommi Mano, MM saat melakukan pantauan UN di hari pertama, Senin, (13/4)  sekaligus meninjau lokasi pemukiman di sekitar SD 45 Entrop.

Karena kondisi lokasi tersebut dinilai tidak sehat bagi pemukiman, bahkan laporan masyarakat kepada Walikota bahwa lokasi tersebut sering terjadi banjir karena ada saluran yang mampet.

Orang nomor satu di Pemerintah Kota Jayapura ini langsung menginstruksikan kepada instansi terkait untuk secepatnya dilakukan perbaikan.

Untuk itu, pihak Dinas PU akan diarahkan untuk segera membongkar, membersihkan dan memperbaiki saluran dimaksud agar ketika turun hujan lagi tidak akan terjadi banjir dan masyarakat sekitar merasa aman.

“Kita hadir untuk melayani masyarakat, karena kita ada juga karena masyarakat. Sehingga setiap keluhan masyarakat harus kita kaji dan ditindak lanjuti, sehingga apa menjadi fungsi pemerintah untuk melayani masyarakat dan apa yang diperbuat pasti masyarakat senang,” cetusnya kala itu.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum kota Jayapura Nofdi Rampi kepada Dharapos.com, Selasa (21/4) saat ditemui di kantor Walikota mengungkapkan tahun 2016, Pemkot Jayapura lewat Dinas PU telah menganggarkan dana untuk memperbaiki saluran pembuangan pada lokasi  pemukiman depan SD 45 kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan tersebut.

Dikatakan, setelah meninjau lokasi pada Sabtu lalu dan melihat dari bagian hulu ternyata persoalan yang terjadi sebenarnya ada pada bagian hilir.

“Pada daerah tersebut terjadi pembangunan pada posisi yang datar, dan ketika air tersebut sampai ke hilir maka air terbuang pada area yang datar yang telah menjadi daerah padat pemukiman, sehingga pada kondisi curah hujan maka air keluar tidak terarah,” kata Nofdi.

Diuraikan, apabila Dinas PU melakukan penanganan maka jalur air harus dibagi secara teknis agar saat turun hujan air yang mengalir dapat terarah walau daerah datar.

“Sehingga harus di bagi mana yang harus keluar ke daerah jalan poros dan mana yang harus keluar ke daerah terbuka yang belum ada pemukiman,” urai Nofdi.

Ketika disinggung soal saluran pembuangan ke arah pantai, dirinya juga mengungkapkan bahwa itu yang harus dilacak,karena menurut dia, kelihatan ada beberapa saluran kecil yang mendapat aliran air dari arah tersebut.

Namun diakuinya, itu juga tidak mencukupi untuk menampung laju air saat turun hujan, sehingga ke depan Dinas PU akan melakukan perbaikan.

Walkot PU
Walikota saat meninjau lokas

Pasalnya, air yang dibuang berada pada saluran yang telah menyempit karena wilayah tersebut telah menjadi pemukiman penduduk. Selain itu juga, air dari daerah tersebut harus dibuang ke daerah terbuka.

“PU juga akan membuka akses sebelum areal Angkatan Laut agar air yang keluar dapat mengalir dengan baik ke arah pantai Hamadi,” sambungnya.

Untuk penanganan nanti akan di lihat exiting dan penanganannya harus dibelah. Dan di bagian hulu juga masyarakat dilarang untuk membuang sampah sembarangan.

“Jadi, penanganan daerah tersebut Dinas PU telah memasukannya dalam program tahun 2016,” tutupnya.
 
(Harlet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *