Politik dan Pemerintahan

William Mairuhu Soroti Pelayanan RSUP Leimena, AC Lantai 6 Mati Total Pasien Malah Disuruh Bawa Kipas Angin

4
×

William Mairuhu Soroti Pelayanan RSUP Leimena, AC Lantai 6 Mati Total Pasien Malah Disuruh Bawa Kipas Angin

Sebarkan artikel ini
IMG 20261025 WA0013

Ambon, Dharapos.com – Anggota DPRD Kota Ambon, William Mairuhu, menyoroti pelayanan RSUP dr. Johannes Leimena Ambon setelah mendapati pendingin ruangan atau AC di lantai 6 rumah sakit tersebut mati total saat mengunjungi salah seorang pasien, Minggu (25/10/2026).

Saat berada di lantai tersebut, William mendapati kondisi ruangan yang sangat panas akibat AC tidak berfungsi. Kondisi ini diperparah dengan bangunan yang tidak memiliki ventilasi udara alami yang memadai, sehingga kenyamanan suhu dan sirkulasi udara di dalam ruangan sangat bergantung pada AC.

as

Persoalan ini kemudian dikonfirmasi William kepada petugas rumah sakit. Namun, menurut informasi yang diperolehnya, ia justru diminta membawa kipas angin untuk mengatasi kondisi ruangan yang panas.

“Bagaimana pasien bisa merasa nyaman menjalani perawatan kalau AC mati total, sementara ruangan tidak memiliki ventilasi udara alami dan hanya mengandalkan AC? Ketika kondisi ini dikonfirmasi, malah disuruh membawa kipas angin. Ini harus menjadi perhatian serius pihak manajemen rumah sakit,” tegas William.

Menurutnya, rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tidak hanya bertanggung jawab memberikan tindakan medis, tetapi juga harus memastikan fasilitas penunjang berfungsi dengan baik demi kenyamanan pasien.

Ia menilai, masyarakat yang datang untuk mendapatkan pengobatan berhak memperoleh pelayanan yang layak, termasuk lingkungan perawatan yang nyaman. Jangan sampai kerusakan fasilitas justru menambah beban pasien dan keluarga yang sedang menghadapi persoalan kesehatan.

“Pasien datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan dan pelayanan yang layak. Mereka tidak seharusnya dibebani dengan persoalan fasilitas yang menjadi tanggung jawab pengelola rumah sakit. Jangan sampai pasien dan keluarga harus mencari solusi sendiri ketika fasilitas rumah sakit tidak berfungsi,” ujarnya.

William mendesak manajemen RSUP dr. Johannes Leimena segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki AC di lantai 6 serta memastikan fasilitas penunjang pelayanan lainnya berfungsi sebagaimana mestinya.

Menurutnya, kerusakan fasilitas yang berdampak langsung terhadap pasien harus segera ditangani, terlebih jika telah berlangsung selama beberapa hari. Manajemen rumah sakit juga diharapkan menyediakan langkah penanganan sementara yang memadai selama proses perbaikan berlangsung.

“Keselamatan dan kenyamanan pasien harus menjadi prioritas. Kalau fasilitas utama untuk menjaga kenyamanan ruangan mengalami kerusakan, harus ada penanganan yang jelas dan cepat. Jangan menjadikan pasien atau keluarganya sebagai pihak yang harus menanggung akibat dari persoalan tersebut,” tandasnya.

Ia berharap persoalan ini menjadi bahan evaluasi bagi manajemen RSUP dr. Johannes Leimena untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sehingga pasien dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan manusiawi.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *