Utama

“Pelangi di Mars” Resmi Tayang, Film Sci-Fi Anak Indonesia dengan Visual Spektakuler

6
×

“Pelangi di Mars” Resmi Tayang, Film Sci-Fi Anak Indonesia dengan Visual Spektakuler

Sebarkan artikel ini
INSTAGRAM FEEDS scaled

Ambon, Dharapos.com – Film fiksi ilmiah keluarga “Pelangi di Mars” resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum libur Idulfitri.

Disutradarai oleh Upie Guava dan diproduksi oleh Mahakarya Pictures, film ini menghadirkan kisah menyentuh sekaligus penuh petualangan yang berlatar masa depan, tepatnya tahun 2090.

PRESS SCREENING FILM PELANGI DI MARS scaled

Cerita berfokus pada Pelangi (Messi Gusti), seorang gadis berusia 12 tahun yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars. Setelah ditinggalkan oleh ibunya, Pratiwi (Lutesha), dan koloni manusia lainnya, Pelangi hidup bersama sekelompok robot terbengkalai.

Dalam kesendiriannya, Pelangi bersama para robot seperti Batik, Sulil, Kimchi, Yoman, dan Petya memulai petualangan mencari mineral langka bernama Zeolith Omega yang diyakini mampu memurnikan air di Bumi.

Film ini juga dibintangi oleh sejumlah aktor ternama seperti Rio Dewanto, Livy Renata, serta Myesha Lin yang memerankan Pelangi kecil.

Dedikasi hampir enam tahun perjalanan para kreator terasa kuat dalam film ini. “Pelangi di Mars” lahir dari passion dan rasa cinta untuk mengembalikan mimpi anak-anak Indonesia.

Proses produksinya melibatkan ratusan talenta kreatif dari seluruh Indonesia, mulai dari animator, VFX artist, hingga berbagai profesi di balik layar lainnya.

Film ini pun menjadi tonggak bersejarah sebagai standar baru kemampuan filmmaking Indonesia, khususnya dalam pemanfaatan animasi, CGI, dan visual effects (VFX).

PRESS SCREENING FILM PELANGI DI MARS 1 scaled

Tak hanya itu, “Pelangi di Mars” juga memberikan apresiasi bagi seluruh pihak yang terlibat, termasuk para voice actor dan body actor yang selama ini jarang mendapat sorotan, namun dihadirkan secara lebih menonjol dalam film ini.

Produser Dendi Reynando mengungkapkan bahwa film ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan hasil kerja kolektif yang penuh dedikasi selama hampir enam tahun.

“Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan Upie; film ini adalah milik kita semua, milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini,” ungkap Dendi.

Berangkat dari kecintaannya terhadap film sci-fi ikonik seperti Jurassic Park dan Star Wars, Upie Guava menghadirkan “Pelangi di Mars” sebagai upaya membangkitkan imajinasi dan mimpi anak-anak Indonesia.

“Saya ingin anak-anak Indonesia percaya bahwa mereka boleh bermimpi setinggi langit, dan mereka mampu menggapainya,” ujar Upie.

PRESS SCREENING FILM PELANGI DI MARS 2 scaled

Dengan teknologi XR serta sentuhan visual mutakhir, “Pelangi di Mars” diharapkan menjadi standar baru dalam perfilman Indonesia, khususnya di genre fiksi ilmiah keluarga.

Film ini siap menjadi tontonan spesial Lebaran bagi seluruh keluarga Indonesia. Bersiaplah mengikuti petualangan luar biasa dari seorang anak yang lahir di Mars dan berjuang demi masa depan Bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *