Ambon, Dharapos.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, secara resmi membuka Pra Musrenbang Tematik Stunting Kota Ambon Tahun 2026, Rabu (8/4).
Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan pentingnya keseriusan dalam penanganan stunting guna memastikan tumbuh kembang anak dapat terukur dengan baik.
“Penanganan stunting harus dilakukan secara serius agar kita bisa mengukur kemajuan dan progres perkembangan anak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, dalam arahannya mengungkapkan bahwa hingga Februari 2026, jumlah kasus stunting di Kota Ambon masih tercatat sebanyak 271 kasus, terdiri dari 80 balita sangat pendek dan 191 balita pendek, dengan prevalensi sebesar 1,58 persen.
Menurutnya, kondisi ini menjadi indikator bahwa upaya penanganan stunting belum sepenuhnya tuntas dan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang lebih kuat dan terintegrasi.

“Ini bukti bahwa kita belum selesai. Kita harus terus berkolaborasi, bersinergi, dan berkonvergensi,” tegasnya.
Lisa juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar menghindari ego sektoral dalam menjalankan program penurunan stunting.
“Jangan merasa satu bidang lebih penting dari yang lain. Semua pihak harus bekerja bersama dalam melakukan intervensi,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Pra Musrenbang Tematik Stunting merupakan ruang strategis untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi, terutama dalam menyelaraskan data, menetapkan prioritas intervensi, serta meningkatkan konvergensi lintas sektor.
Fokus intervensi diarahkan pada intervensi sensitif seperti penyediaan air bersih dan perbaikan lingkungan, serta intervensi spesifik di bidang gizi dan kesehatan yang berbasis data akurat.
Lebih lanjut, Lisa mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebagai wadah berbagi pengalaman, informasi, serta memperkuat dukungan bersama demi percepatan penurunan stunting di Kota Ambon.
“Saya yakin setiap usaha yang dilakukan dengan tulus akan membuahkan hasil. Tuhan akan memberikan hikmat kepada kita untuk menyiapkan anak-anak Kota Ambon menjadi generasi yang berkualitas,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui kerja bersama, anak-anak Ambon dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, peduli, serta memiliki jiwa kepemimpinan, sejalan dengan visi Indonesia Layak Anak 2030 dan Indonesia Emas 2045.
“Anak terlindungi, Indonesia maju,” tutupnya. (dp-53)













