Politik dan Pemerintahan

Reses di DLHP Ambon, Nono Sampono Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah Modern

16
×

Reses di DLHP Ambon, Nono Sampono Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah Modern

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260512 115558

Ambon, Dharapos.com – Anggota Nono Sampono melakukan kunjungan kerja reses ke Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Senin (11/5/2026), guna memantau langsung kondisi pengelolaan sampah dan pembangunan lingkungan hidup di Kota Ambon.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gazpers, bersama jajaran dinas terkait. Dalam pertemuan itu, Nono Sampono menekankan pentingnya penanganan sampah yang terintegrasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang sehat, bersih, dan berkelanjutan. Selain menyerap aspirasi jajaran DLHP Kota Ambon, ia juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendukung sistem pengelolaan sampah modern di daerah.

Fokus pembahasan meliputi tiga isu utama, yakni pengelolaan sampah rumah tangga dan non-rumah tangga, pemeliharaan serta pengembangan lingkungan hidup perkotaan, hingga pembangunan dan penataan infrastruktur persampahan di seluruh kecamatan di Kota Ambon.

Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gazpers, memaparkan bahwa produksi sampah di Kota Ambon saat ini mencapai rata-rata 256,41 ton per hari. Namun, kapasitas pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Toisapu baru sekitar 180,5 ton per hari. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis collection point yang dilengkapi WSBIN atau wadah sampah, sekaligus membangun TPS higienis di sejumlah kecamatan guna menekan praktik pembuangan sampah sembarangan.

“Pengelolaan sampah di Kota Ambon tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis collection point, pembangunan TPS higienis, serta pengembangan Bank Sampah dan TPST di setiap kecamatan agar penanganan sampah dapat berjalan lebih terpadu dan berkelanjutan,” ujar Apries Gazpers.

Dalam diskusi bersama jajaran DLHP, Nono Sampono menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pembuangan, melainkan juga menjadi bagian penting dari pembangunan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik harus didukung perubahan pola pikir masyarakat, penguatan infrastruktur, serta kebijakan yang berorientasi pada pengurangan sampah dari sumbernya.

Pemerintah Kota Ambon sendiri telah memasukkan pengelolaan sampah sebagai salah satu program prioritas dalam RPJMD 2025–2029. Program tersebut mencakup rencana aksi pengurangan dan penanganan sampah berbasis sumber, termasuk penguatan edukasi dan partisipasi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Nono Sampono juga meninjau rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern berbasis Material Recovery Facility (MRF) dan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang tengah disiapkan Pemkot Ambon dengan nilai anggaran sekitar Rp11 miliar. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, meningkatkan proses pemilahan dan daur ulang, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dari sisa sampah.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, DLHP Kota Ambon bersama Nono Sampono sepakat memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, terutama terkait dukungan anggaran, teknologi pengelolaan sampah, hingga kerja sama dengan lembaga dan pelaku usaha pengelola sampah. Pemerintah Kota Ambon juga berkomitmen memperluas jaringan Bank Sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan agar sistem pengelolaan sampah di Kota Ambon semakin terpadu dan berkelanjutan.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *