Ambon, Dharapos.com – Gangguan distribusi air bersih melanda kawasan Lateri, terutama di wilayah Citraland dan Bukit Lateri Indah, setelah pompa utama milik Perumda Tirta Yapono Kota Ambon mengalami kerusakan serius akibat voltase listrik PLN yang tidak stabil.
Akibat kerusakan tersebut, pasokan air bersih ke sejumlah pelanggan terganggu dan belum dapat berjalan normal dalam beberapa hari terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Perumda Tirta Yapono Kota Ambon, Ir. Pieter Saimima, M.Si, mengungkapkan bahwa lonjakan dan ketidakstabilan arus listrik menjadi penyebab utama rusaknya mesin pompa air di kawasan Lateri.
“Voltase listrik PLN yang tidak stabil menyebabkan pompa air mengalami kerusakan cukup serius sehingga berdampak pada distribusi air bersih ke pelanggan, khususnya di Citraland dan Bukit Lateri Indah,” ujar Saimima kepada media melalui sambungan telepon, Kamis (14/5/2026).

Saat ini, kata dia, pihak Perumda Tirta Yapono tengah melakukan penanganan darurat sambil menunggu pengiriman pompa baru dari distributor di Jakarta.
“Kami sementara melakukan perbaikan dan menunggu pompa baru tiba di Ambon dalam pekan ini. Kami optimistis paling lambat pekan depan distribusi air sudah kembali normal,” katanya.
Saimima juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pelanggan yang terdampak akibat terganggunya pelayanan air bersih tersebut.
“Atas nama pimpinan Perumda Tirta Yapono, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Kami memahami kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, peristiwa ini menjadi evaluasi besar bagi Perumda Tirta Yapono agar sistem pelayanan air bersih di kawasan padat pelanggan tidak lagi bergantung pada satu sumber distribusi saja.
“Wilayah dengan jumlah pelanggan besar harus memiliki cadangan sumber air. Minimal ada tiga sumber air agar ketika satu mengalami gangguan, pelayanan tetap berjalan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Perumda Tirta Yapono juga telah menyiapkan program penambahan satu sumur baru lengkap dengan mesin pompa tambahan di kawasan Lateri yang direncanakan mulai dikerjakan pada Juni 2026.
“Saat ini Lateri memiliki dua sumur. Ke depan kami tambah satu sumur lagi agar distribusi air lebih maksimal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal,” tutup Saimima.
(dp-53)













