Ambon, Dharapos.com – Wali Kota Bodewin Wattimena menghadiri prosesi peletakan batu penjuru pembangunan Pastori I Jemaat GPM Nazaret di Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (25/5).
Prosesi peletakan batu penjuru itu turut dilakukan Ketua Klasis Kota Ambon Pdt Elrianton Muskita, Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamela, Anggota DPRD Provinsi Maluku Lucky Wattimury, Ketua Majelis Jemaat Nazaret Pdt Telly Ruspanah, Ketua Panitia Stenly Titioka, serta Kepala Tukang Robby Ruhulesin.
Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan pembangunan pastori bukan sekadar menghadirkan infrastruktur gereja, tetapi menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan pastoral kepada umat di tengah berbagai persoalan sosial yang terjadi di Kota Ambon.
“Kita harus bersyukur karena proses pertumbuhan jemaat berlangsung dengan baik dan melahirkan banyak hal untuk menopang pekerjaan pelayanan itu sendiri,” kata Wattimena.
Menurutnya, rumah pastori nantinya akan menjadi tempat tinggal hamba Tuhan yang menjalankan tugas pastoral untuk membimbing, membina, dan menggumuli berbagai persoalan umat.
Ia menilai pelayanan pastoral sangat penting di tengah tantangan sosial yang sementara dihadapi masyarakat Kota Ambon, mulai dari aksi bunuh diri, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, balap liar hingga tawuran pelajar.
“Pastoral penting supaya kita bisa mengurangi warga jemaat atau warga Kota Ambon yang terlibat seks bebas, narkoba, balap liar, tawuran juga tidak melakukan aksi bunuh diri di JMP, serta berbagai persoalan lainnya,” ujarnya.
Wattimena berharap keberadaan pastori tersebut nantinya dapat menjadi pusat pembinaan umat sekaligus membantu meminimalisir berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Ambon, lanjut dia, bersama DPRD akan terus memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur gereja sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
“Peletakan batu penjuru ini menjadi awal yang baik bagi Jemaat Nazaret untuk menyiapkan rumah yang representatif bagi hamba Tuhan dan mudah-mudahan pada waktunya nanti kita bisa bersama-sama hadir dalam peresmian pastori ini,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Klasis Kota Ambon, Elrianton Muskita mengatakan pembangunan pastori di tengah kondisi saat ini bukan pekerjaan mudah sehingga membutuhkan kebersamaan seluruh jemaat.
“Kehadiran kita di sini menandakan bahwa kita tetap bersama-sama menggumuli setiap pergumulan gereja dan umat yang juga menjadi bagian dari warga Kota Ambon,” katanya.
Menurut Muskita, pembangunan pastori merupakan infrastruktur penunjang pelayanan gereja karena di tempat itulah pendeta menjalankan tanggung jawab pastoral kepada jemaat.
Karena itu, ia mengajak seluruh warga jemaat untuk saling menopang agar proses pembangunan dapat berjalan hingga selesai.
“Kita meletakkan batu penjuru ini dengan keyakinan bahwa dengan kuasa dan penyertaan Tuhan, pekerjaan ini akan berjalan dan diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
(dp-53)













