Ambon, Dharapos.com – Proses penentuan Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon definitif kini menjadi perhatian serius kalangan DPRD Kota Ambon. Sejumlah pimpinan dan anggota dewan berharap Bodewin Wattimena dapat memilih figur yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik dengan legislatif.
Harapan itu disampaikan menyusul rampungnya tahapan asesmen pusat empat calon Sekkot Ambon di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Adapun empat nama yang mengikuti proses seleksi yakni Apries B. Gaspersz, Richard Luhukay, Steven Dominggus dan Robby Sapulette.
Saat ini, hasil asesmen pusat telah diterima panitia seleksi dan selanjutnya akan diproses melalui aplikasi KCSN/CSN milik BKN sebelum diterbitkannya Pertimbangan Teknis (Pertek) sebagai dasar penetapan tiga besar calon Sekkot.
Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar, mengatakan sosok Sekkot yang dipilih nantinya harus mampu menjalin hubungan baik dengan DPRD sebagai mitra pemerintah daerah.
“Yang pasti harapan beta, dia adalah sosok yang punya integritas dan bisa berkomunikasi dengan baik bersama DPRD, karena kita kan bermitra. Sebab kalau hubungan tidak baik dengan DPRD juga maka rencana pembangunan akan sulit,” tegas Moenandar kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Politisi Perindo itu menilai jabatan Sekkot merupakan posisi strategis karena menjadi representasi wali kota dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Mengapa harus seperti itu sebab dia mewakili wali kota. Makanya sosok figur yang komunikatif sangat diperlukan agar apapun itu bisa dibicarakan dengan baik bersama kami di DPRD,” ujarnya.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Kota Ambon dari PSI, Wiliam Pieter Mairuhu, berharap wali kota memilih figur yang mampu menciptakan keharmonisan antara eksekutif dan legislatif.
“Sosok Sekkot harus orang yang bisa membangun hubungan harmonis dengan mitra seperti salah satunya DPRD, supaya pembangunan Kota Ambon bisa berjalan sesuai dengan apa yang dimau oleh rakyat,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Ambon lainnya, Taha Abubakar, menilai Sekkot definitif harus mampu menjembatani berbagai kepentingan antara pemerintah kota dan DPRD.
“Karena terlepas dari sebagai sekretaris daerah yang merupakan jabatan strategis di pemerintah kota, dia juga adalah ketua Tim Anggaran,” jelas politisi PPP tersebut.
Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi faktor penting agar seluruh kepentingan masyarakat maupun pemerintah dapat terakomodasi dengan baik.
“Dengan komunikasi itu tentunya seluruh kepentingan, baik kepentingan masyarakat maupun kepentingan pemerintah kota, bisa terjembatani dengan baik. Jadi tentunya sosok yang kita inginkan adalah sosok yang bisa berkomunikasi,” pungkasnya. (dp-53)













