Politik dan Pemerintahan

Bunda PAUD Kota Ambon Dorong Sekolah Terapkan MPLS Ramah Anak dan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

0
×

Bunda PAUD Kota Ambon Dorong Sekolah Terapkan MPLS Ramah Anak dan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260717 WA0035

Ambon, Dharapos.com – Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena, melakukan pemantauan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah dasar untuk memastikan penerapan Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan berjalan optimal, Jumat (17/7/2026).

Pemantauan dilakukan di SD Negeri 3 Halong, SD Negeri 4 Halong, SD Negeri 2 Hative Besar, SD Negeri 4 Hative Besar, dan SD Negeri 1 Passo.IMG 20260717 WA0034

Lisa Wattimena mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh sekolah dasar menerapkan proses transisi yang ramah anak sehingga peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan belajar secara nyaman, aman, dan menyenangkan.

“Kegiatan ini dalam rangka memantau pelaksanaan Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Kami berharap seluruh sekolah dasar dapat menerapkan gerakan ini dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni menghapus tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai syarat masuk sekolah, menyelenggarakan MPLS yang ramah dan menyenangkan, serta memperkuat enam kemampuan fondasi yang menjadi bekal anak memasuki jenjang sekolah dasar, termasuk pembentukan mental dan karakter yang telah ditanamkan sejak pendidikan anak usia dini.IMG 20260717 WA0033

“Fokus utamanya adalah menghilangkan tes calistung, melaksanakan MPLS yang ramah anak, serta memperkuat enam kemampuan fondasi yang menjadi bekal anak memasuki jenjang sekolah dasar,” katanya.

Menurut Lisa, keberhasilan masa transisi dari PAUD ke SD sangat bergantung pada kenyamanan anak selama berada di lingkungan sekolah.

“Anak-anak harus dapat menyesuaikan diri dengan senang dan gembira. Yang terpenting adalah mereka merasa nyaman dengan lingkungan baru sehingga dalam proses belajar mereka dapat menerima pelajaran dengan baik tanpa tekanan dari guru maupun orang tua,” tuturnya.

IMG 20260717 WA0032

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mendukung proses pendidikan anak. Menurutnya, pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.

“Hak anak bukan hanya memperoleh pendidikan formal di sekolah, tetapi pendidikan dalam keluarga juga sangat penting untuk membentuk mental dan karakter. Orang tua harus menjadi teladan yang baik serta memastikan anak bertumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga dengan pola asuh yang positif,” pungkasnya.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *