Politik dan Pemerintahan

Guru Datang, Anak Senang! Program Jemput Bola PAUD Ambon Perluas Akses Pendidikan hingga Negeri Laha

3
×

Guru Datang, Anak Senang! Program Jemput Bola PAUD Ambon Perluas Akses Pendidikan hingga Negeri Laha

Sebarkan artikel ini
IMG 20260722 105352 324 scaled
0-4096x3072-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:1944312798393160;appts:1784685232324;uid:0;qlty:1;illum:2 scene:0 humanIn:8;

Ambon, Dharapos.com – Tawa dan keceriaan anak-anak PAUD Ceria di Dusun Air Manis, Negeri Laha, mewarnai kunjungan Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena, Rabu (22/7/2026).

Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap program Guru Kunjung dan Alat Permainan Edukatif (APE) Keliling yang digagas Dinas Pendidikan Kota Ambon melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Didampingi Raja Negeri Laha Muhammad Yasir Mewar, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Ambon Titin Yasmu Budiatin, tim SKB Kota Ambon, serta perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Lisa tampak akrab berinteraksi dengan anak-anak.

Ia mengajak mereka belajar sambil bermain menggunakan APE, sekaligus memberikan semangat kepada para orang tua agar tidak ragu menyekolahkan anak sejak usia dini.

Menurut Lisa, PAUD menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, kemampuan bersosialisasi, dan kesiapan anak sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar.

IMG 20260722 110851 862 scaled

Di balik suasana penuh keceriaan itu, terdapat sebuah inovasi yang mulai menunjukkan hasil. Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Ferdinand Tasso, menjelaskan bahwa program Guru Kunjung merupakan strategi jemput bola untuk menghadirkan layanan PAUD bagi anak-anak di desa, negeri, dan kelurahan yang akses pendidikannya masih terbatas.

“Daripada menunggu masyarakat datang ke lembaga PAUD, kami yang mendatangi mereka. Melalui tim SKB, layanan pendidikan bisa langsung dirasakan anak-anak di wilayah yang belum memiliki PAUD,” ujarnya.

Ferdinand mengungkapkan, hasilnya mulai terlihat. Angka Partisipasi Sekolah (APS) PAUD di Kota Ambon meningkat dari 59,11 persen pada 2024 menjadi 75,5 persen pada 2025.

Meski demikian, masih ada sekitar 24,5 persen anak usia PAUD yang belum terlayani. Selain itu, masih terdapat tiga wilayah di Kota Ambon yang belum memiliki lembaga PAUD, yakni Negeri Ema, Desa Latta, dan Negeri Hukurila.

Saat ini, jumlah lembaga PAUD di Kota Ambon juga terus bertambah, dari 195 lembaga pada 2025 menjadi 199 lembaga pada 2026.

Ferdinand menegaskan, pendekatan melalui Guru Kunjung dinilai lebih efektif karena tidak memerlukan pembangunan lembaga baru yang membutuhkan biaya besar dan waktu panjang. Tim SKB akan mendampingi masyarakat hingga mampu membentuk dan mengelola PAUD secara mandiri.

“Kalau lembaganya sudah terbentuk dan berjalan baik, tim kami akan berpindah ke wilayah lain yang belum memiliki akses layanan PAUD. Dengan cara ini, semakin banyak anak di Kota Ambon yang bisa menikmati pendidikan sejak usia dini,” tandasnya.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *