Ambon, Dharapos.com – Plt Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, buka suara terkait keluhan seorang warganet di media sosial yang menyebut warga di kawasan belakang Kamar Mayat RSU, Kudamati, tidak mendapatkan air bersih selama dua minggu.
Piet menegaskan, informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang ditemukan di lapangan. Ia bahkan turun langsung ke kawasan tersebut pada Senin (31/8/2026) untuk memastikan kondisi distribusi air sekaligus mengecek rumah-rumah warga.
Menurut Piet, berdasarkan hasil pengecekan, distribusi air di kawasan tersebut tetap berjalan. Gangguan hanya terjadi pada Sabtu (29/8/2026) akibat adanya pekerjaan perbaikan pipa. Perumdam, kata dia, telah menyampaikan informasi mengenai penghentian sementara distribusi tersebut melalui media sosial.
“Pagi tadi saya sudah turun ke belakang Kamar Mayat Kudamati dan mengecek seluruh rumah di sana. Air mereka dapat. Hanya pada hari Sabtu ada perbaikan pipa sehingga air kami matikan sementara, tetapi informasi itu sudah kami sampaikan melalui media sosial,” ujar Piet.
Ia juga mengaku sempat berpapasan langsung dengan perempuan yang disebut mengunggah keluhan tersebut di media sosial. Piet kemudian menanyakan langsung kondisi air di rumah yang bersangkutan.
“Saya tanya, Ibu airnya jalan tidak? Dia bilang kemarin tidak jalan dan sekarang sudah jalan. Saya tanya lagi, Ibu punya akun ini, ya? Katanya iya. Saya bilang, kenapa ibu sampaikan air tidak jalan dua minggu, padahal itu baru terjadi hari Sabtu,” ungkapnya.
Piet menilai penyampaian informasi mengenai pelayanan publik harus didasarkan pada kondisi yang sebenarnya. Menurutnya, keluhan masyarakat merupakan hal yang wajar dan menjadi bahan evaluasi bagi Perumdam, namun informasi yang tidak sesuai fakta berpotensi membentuk opini publik yang keliru terhadap kinerja perusahaan daerah tersebut.
“Jangan membangun opini publik yang akhirnya mempengaruhi penilaian masyarakat terhadap kinerja Tirta Yapono,” tegasnya.
Lebih lanjut, Piet menjelaskan bahwa berdasarkan pengecekan, perempuan tersebut bukan pelanggan langsung Perumdam Tirta Yapono, melainkan mendapatkan air dari pelanggan yang berada di kawasan tersebut.
Piet kemudian mengonfirmasi kepada pelanggan yang memberikan air tersebut. Dari keterangan pelanggan, stok air di tempat mereka masih tersedia meskipun distribusi pada Sabtu sempat mengalami keterlambatan akibat pekerjaan perbaikan pipa.
“Pelanggan yang memberikan air kepada ibu itu saya tanya, bagaimana airnya? Dia bilang, ‘Pak, air kami masih ada. Memang hari Sabtu kemarin terlambat, tetapi stok masih ada karena kami punya bak. Sekarang air sudah jalan,’” jelasnya.
Karena itu, Piet mengimbau seluruh pelanggan Perumdam Tirta Yapono agar tidak ragu menyampaikan setiap persoalan pelayanan melalui jalur resmi. Jika terjadi keterlambatan distribusi, gangguan jaringan, maupun jadwal pelayanan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, masyarakat diminta segera melakukan konfirmasi kepada petugas di lapangan atau melalui kanal media sosial resmi Perumdam.
“Saya mau bilang kepada semua pelanggan Perumdam Tirta Yapono, kalau ada sesuatu yang dialami karena distribusi air terlambat, ada perbaikan pipa, atau jadwal yang tidak dijalankan, saya minta dikonfirmasikan kepada petugas kami di lapangan atau sampaikan melalui akun media sosial kita,” katanya.
Piet menegaskan, Perumdam Tirta Yapono terus berupaya maksimal menjawab kebutuhan air bersih sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat Kota Ambon. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari program Pemerintah Kota Ambon dalam memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan air bersih.
Ia berharap masyarakat dapat menggunakan media sosial secara bijak, terutama ketika menyampaikan kritik maupun keluhan terkait pelayanan publik.
“Harapan kami kepada seluruh warga masyarakat pengguna jasa air bersih Perumdam Tirta Yapono agar dapat memanfaatkan media sosial dengan baik. Jangan memanfaatkannya untuk melakukan provokasi atau menyampaikan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tandas Piet.
(dp-53)













