Politik dan Pemerintahan

Reses di Dua Titik, Desy Hallauw Serap Aspirasi Warga Nusaniwe

4
×

Reses di Dua Titik, Desy Hallauw Serap Aspirasi Warga Nusaniwe

Sebarkan artikel ini
IMG 20260831 WA0054

Ambon, Dharapos.com – Anggota DPRD Kota Ambon dari Fraksi Partai Golkar, Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Nusaniwe, Desy Kosita Hallauw, memilih turun langsung menemui masyarakat dalam pelaksanaan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026.

Reses digelar di dua lokasi berbeda. Agenda pertama berlangsung di Jemaat Kezia, Kudamati, Sabtu (29/8/2026), dengan melibatkan unsur Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), para pengasuh Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI), serta sejumlah warga jemaat.

Sehari kemudian, Minggu (30/8/2026), Desy kembali menemui konstituennya di RT 001/RW 002, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe. Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 150 warga.

Dua agenda reses itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kebutuhan pembangunan dan pelayanan gereja, kebersihan lingkungan, penerangan jalan, air bersih, fasilitas penyeberangan, hingga pendidikan.

Di Jemaat Kezia Kudamati, aspirasi yang mengemuka antara lain pembangunan gereja, penyediaan tempat sampah, lampu penerangan jalan, penguatan kegiatan kepemudaan, serta dukungan terhadap pelayanan SMTPI.

Masyarakat juga meminta perhatian terhadap sejumlah agenda gerejawi yang akan berlangsung, termasuk HUT GPM, HUT AMGPM, HUT SMTPI, serta HUT Jemaat dan Gereja Kezia.

Khusus para pengasuh SMTPI, kebutuhan alat dan perlengkapan peraga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menunjang proses pembelajaran dan pelayanan kepada anak-anak SMTPI.

IMG 20260831 WA0055

Sementara di Waihaong, persoalan yang disampaikan warga lebih beragam. Kebutuhan air bersih menjadi salah satu perhatian utama, disusul permintaan tenda untuk kebutuhan RT, pembangunan zebra cross atau fasilitas penyeberangan, serta lampu penerangan jalan.

Warga juga menyuarakan kebutuhan penguatan Posyandu Lansia dan perhatian terhadap sektor pendidikan, terutama peluang beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan.

Salah seorang warga secara khusus meminta perhatian terhadap fasilitas penyeberangan di kawasan Petak 10. Menurut warga, keberadaan fasilitas tersebut penting untuk mendukung keselamatan masyarakat saat beraktivitas.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Desy menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal DPRD, tetapi menjadi kesempatan bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan reses merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab anggota dewan. Seorang anggota dewan harus turun ke masyarakat, mendengarkan semua keluhan dan aspirasi masyarakat, kemudian menampung dan menyuarakannya dalam agenda-agenda rapat bersama Pemerintah Kota Ambon,” ujar Desy.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan dipilah berdasarkan kewenangan serta kemampuan anggaran pemerintah daerah.

“Kalau memang ada permintaan terkait material ataupun keuangan, silakan disampaikan. Kita akan catat, mana yang bisa kita eksekusi dan mana yang belum bisa, tentu akan kita sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” jelasnya.

Untuk persoalan air bersih di Waihaong, Desy meminta masyarakat menyiapkan proposal agar dapat menjadi dasar dalam melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Menurutnya, apabila sumber air yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan warga, pembangunan sumur bor menjadi salah satu opsi yang dapat dikaji.

“Kalau memang sumber airnya tidak bertambah debitnya, silakan dibuatkan proposal untuk pembuatan sumur bor. Nanti kita koordinasikan dengan pihak terkait,” ungkapnya.

IMG 20260831 WA0056

Sedangkan terkait penerangan jalan, Desy menyatakan akan melihat kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar titik-titik yang membutuhkan penerangan dapat memperoleh perhatian.

Untuk aspirasi pendidikan, ia mendorong masyarakat aktif mencari informasi mengenai berbagai program beasiswa yang tersedia. Desy juga menyatakan siap berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperoleh informasi mengenai peluang bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Warga mengapresiasi kehadiran Desy yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung. Namun, warga berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada forum reses, melainkan dikawal hingga dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Masyarakat juga berharap perhatian wakil rakyat tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi mencakup pembinaan generasi muda, pelayanan gereja, kegiatan kepemudaan, pendidikan, serta berbagai kebutuhan sosial lainnya.

Menutup rangkaian reses, Desy menegaskan komitmennya untuk tetap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Ia berharap seluruh aspirasi dari Jemaat Kezia Kudamati maupun RT 001/RW 002 Kelurahan Waihaong dapat menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Ambon.

“Kita sudah hadir bersama-sama dan mendengarkan aspirasi Bapak Ibu semua. Semua masukan akan kita catat untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang ada,” pungkasnya. (dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *