Politik dan Pemerintahan

HUT ke-451, Bodewin Ajak Warga Perkuat Persaudaraan dan Wujudkan Ambon Bersih

8
×

HUT ke-451, Bodewin Ajak Warga Perkuat Persaudaraan dan Wujudkan Ambon Bersih

Sebarkan artikel ini
IMG 20260907 WA0034 scaled

Ambon, JendelaMaluku.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon tidak sekadar menjadi seremoni perayaan usia kota. Momentum tersebut dimanfaatkan Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena untuk mengajak seluruh masyarakat memperkuat persaudaraan, menjaga kebersihan lingkungan, serta bersama-sama membangun Kota Ambon.

Pesan tersebut disampaikan Bodewin saat memimpin upacara peringatan HUT ke-451 Kota Ambon di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026).

Upacara yang mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” itu dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku maupun DPRD Kota Ambon, jajaran Pemerintah Kota Ambon, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kota Ambon.

Dalam amanatnya, Bodewin mengatakan usia 451 tahun merupakan perjalanan panjang yang diwarnai berbagai dinamika sejarah, perjuangan, perubahan, tantangan, kebangkitan, dan harapan dari generasi ke generasi.

Karena itu, HUT Kota Ambon harus menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan masa lalu, mensyukuri berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus menentukan arah pembangunan kota ke depan.

“451 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya ada cerita tentang perjuangan, perjumpaan, perubahan, tantangan, kebangkitan, dan harapan dari generasi ke generasi,” kata Bodewin.

 

Ambon Bersih Harus Jadi Budaya

 

Bodewin menegaskan tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata seluruh masyarakat.

Menurutnya, perubahan besar harus dimulai dari hal-hal sederhana, terutama dari lingkungan keluarga, kemudian berkembang ke lingkungan tempat tinggal, sekolah, kantor, pasar, terminal, pantai, hingga sungai.

“Kebersihan harus menjadi budaya dan karakter masyarakat Kota Ambon. Kita tidak boleh hanya membersihkan kota ketika ada kegiatan, kunjungan tamu kehormatan, perlombaan, atau perayaan,” tegasnya.

Ia menekankan, kebersihan Kota Ambon tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh masyarakat memiliki peran karena Kota Ambon merupakan rumah bersama.

Komitmen terhadap kebersihan tersebut juga menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Ambon sepanjang 2026 melalui gerakan Ambon Bersih. Pemerintah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bebas sampah dan berkelanjutan.

Bodewin menilai lingkungan yang bersih akan memberikan dampak langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Dari Ambon yang bersih, kita membangun Maluku yang sehat. Dari masyarakat yang sehat, kita ikut membangun Maluku yang produktif. Inilah fondasi bagi Maluku yang kuat dan Maluku yang sehat sebagai bagian dari kekuatan bersama menuju Indonesia maju,” ujarnya.

 

Benteng Victoria Jadi Benteng Kebudayaan

Selain persoalan kebersihan, Bodewin mengingatkan pentingnya menjaga sejarah dan kebudayaan sebagai identitas Kota Ambon.

Ia menyinggung keberadaan Benteng Victoria sebagai salah satu peninggalan sejarah yang tidak hanya harus dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai aset kebudayaan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan generasi mendatang.

“Dahulu Benteng Victoria dibangun sebagai tempat pertahanan. Namun hari ini Benteng Victoria harus menjadi benteng kebudayaan, benteng sejarah, benteng persaudaraan, dan benteng identitas orang Ambon,” katanya.

Menurut Bodewin, sejarah harus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan akar budaya di tengah perkembangan zaman.

Ambon, kata dia, harus mampu menunjukkan kepada dunia bahwa kota ini memiliki sejarah panjang, kekayaan budaya, dan kekuatan persaudaraan yang menjadi modal penting dalam pembangunan.

 

Pela Gandong Jadi Modal Sosial

Bodewin juga menegaskan bahwa salah satu kekuatan terbesar Kota Ambon adalah kehidupan masyarakat yang dibangun di atas keberagaman.

Nilai-nilai hidup orang basudara, pela gandong, sagu salempeng patah dua, baku bantu, baku kele, dan baku jaga, menurutnya, harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Pembangunan tidak hanya membutuhkan jalan yang baik, gedung yang megah, atau teknologi yang modern. Pembangunan juga membutuhkan kepercayaan, persaudaraan, toleransi, kedamaian, dan kebersamaan,” tegasnya.

Ia menilai persaudaraan merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

 

Akui Masih Banyak Pekerjaan Rumah

Memasuki usia 451 tahun, Bodewin mengakui masih terdapat berbagai persoalan yang harus diselesaikan Pemerintah Kota Ambon.

Persoalan kebersihan, kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, kemacetan, lapangan pekerjaan, ekonomi, digitalisasi, penataan ruang, infrastruktur, hingga perlindungan warisan budaya membutuhkan kerja bersama.

Sebelumnya, dalam momentum HUT ke-451 Kota Ambon, Bodewin juga mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah pembangunan, termasuk persoalan kemiskinan, air bersih, infrastruktur, dan persampahan.

Karena itu, Pemerintah Kota Ambon tidak dapat bekerja sendiri. Bodewin mengajak DPRD, TNI-Polri, instansi vertikal, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, tokoh agama, tokoh adat, media, generasi muda, serta seluruh masyarakat untuk membangun kolaborasi.

“Kita mungkin memiliki tugas yang berbeda, tetapi mempunyai tujuan yang sama, yakni membuat Ambon menjadi lebih baik dari hari kemarin,” ujarnya.

Dorong Generasi Muda Kuasai Teknologi

Perhatian khusus juga diberikan Bodewin kepada generasi muda. Ia mendorong anak-anak muda Ambon untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memanfaatkan perkembangan digital secara positif, serta mengembangkan potensi di bidang ekonomi kreatif, musik, seni budaya, pariwisata, dan UMKM.

Bodewin berharap generasi muda tetap memiliki akar yang kuat terhadap sejarah dan budaya Ambon, tetapi juga mampu beradaptasi dan bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Beta banggakan generasi muda Ambon menjadi generasi yang berakar kuat pada sejarah dan kebudayaannya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional, bahkan dunia,” katanya.

Menutup amanatnya, Bodewin menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kota Ambon, DPRD, Forkopimda, Pemerintah Provinsi Maluku, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan yang selama ini ikut mendukung pembangunan daerah.

Ia berharap momentum HUT ke-451 Kota Ambon dapat menjadi energi baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk bekerja dan mengabdi bagi Kota Ambon.

“Semoga kehadiran katong bersama menjadi semangat untuk bekerja dan mengabdi bagi Ambon, Maluku, dan Indonesia,” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-451 Kota Ambon akhirnya tidak hanya menjadi perayaan sejarah panjang sebuah kota, tetapi juga menjadi penegasan bahwa masa depan Ambon sangat bergantung pada kebersamaan, persaudaraan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesediaan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *