Utama

Energizing Maluku Dorong Kolaborasi Bangun SDM dan Ekonomi Berkelanjutan

4
×

Energizing Maluku Dorong Kolaborasi Bangun SDM dan Ekonomi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260912 171637 822 scaled
0-3264x2448-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:2707282264918000;appts:1789200997822;uid:0;qlty:1;illum:2 scene:0 humanIn:0;

Ambon, Dharapos.com – HOPE Worldwide Indonesia kembali menggelar Energizing Maluku 2026 dengan tema “Bangkit Bersama Membangun Manusia Unggul dan Ekonomi Berkelanjutan” serta tagline “From Character to Career, From Community to Opportunity”.

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (12/9/2026), diikuti para pencari kerja, startup dan pelaku usaha, organisasi pengusaha dan perempuan, komunitas mahasiswa serta berbagai unsur masyarakat.

Ketua Energizing Maluku sekaligus Ketua Majelis Latupatty Kota Ambon, Reza Valdo Maspaitella, menegaskan pembangunan Maluku tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah, adat, agama, pendidikan, dunia usaha, perbankan, pemuda dan masyarakat.

“Maluku terlalu besar untuk dibangun oleh satu institusi saja dan tantangannya terlalu kompleks untuk diselesaikan secara sendiri-sendiri,” ujar Reza.

Menurutnya, Maluku memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah dan sumber daya manusia yang besar. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut diubah menjadi produktivitas, peluang ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang memungkinkan generasi muda membangun masa depan di tanah sendiri.

“Kita harus mampu membangun sebuah Maluku di masa depan yang juga dapat mereka temukan di tanah mereka sendiri, di negeri-negeri mereka, di seluruh kepulauan Maluku,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut turut diperkenalkan filosofi “Usi” sebagai bagian dari pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pendidikan. Reza menegaskan teknologi tersebut bukan untuk menggantikan guru maupun proses belajar, tetapi menjadi pendamping yang membantu anak-anak memperoleh akses pengetahuan secara lebih luas.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Maluku, Dr. Anton Adriaan Lailosa, yang mewakili Gubernur Maluku, menegaskan pembangunan daerah juga membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, pemerintah, adat dan agama harus diperkuat dengan keterlibatan dunia pendidikan, dunia usaha, perbankan, teknologi dan masyarakat.

“Semua itu bagus, tetapi tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri. Karena Maluku terlalu besar untuk dibangun oleh satu institusi saja dan tantangannya terlalu kompleks untuk diselesaikan secara sendiri-sendiri,” tegas Lailosa.

Ia berharap Energizing Maluku menjadi platform kolaborasi yang mampu mempertemukan sumber daya manusia, pendidikan, industri, pasar, permodalan dan teknologi sehingga potensi masyarakat dapat dikonversikan menjadi peluang ekonomi.

“Mulai hari ini, Maluku bangun sama-sama ke depan,” pungkasnya.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *