Utama

PTMSI Maluku Perluas Pembinaan Tenis Meja, Sasar Sekolah hingga Kampung

4
×

PTMSI Maluku Perluas Pembinaan Tenis Meja, Sasar Sekolah hingga Kampung

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260909 215209

Ambon, Dharapos.com – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Maluku terus mematangkan sejumlah program pembinaan olahraga tenis meja dengan memperluas jangkauan hingga ke sekolah dan desa.

Ketua PTMSI Provinsi Maluku, Hong Arta John Alfred, mengatakan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan PTMSI di sejumlah kabupaten/kota di Maluku.

Menurut Alfred, SK kepengurusan PTMSI untuk 10 kabupaten/kota di Maluku sebenarnya telah tersedia. Namun, penyerahannya belum dilakukan secara serentak karena para ketua umum PTMSI kabupaten/kota memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak dapat ditinggalkan.

“SK kepengurusan untuk 10 kabupaten/kota sudah ada. Hanya saja belum ada waktu yang pas untuk menyerahkan SK tersebut, karena memang ada tugas dan tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan oleh ketua umum kabupaten/kota,” kata Alfred.

Ia menjelaskan, secara prinsip para pengurus di daerah telah menyatakan kesediaannya. Karena itu, penyerahan SK akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan rentang kendali dan kesiapan masing-masing daerah.

“Secara kesediaan sudah bersedia. Tinggal secara langsung saja kita serahkan. Karena ada masalah rentang kendali, mungkin penyerahan SK akan kita lakukan secara bertahap. Dari Ambon hari ini sudah selesai, kemudian Maluku Tengah, Kota Tual, terus kabupaten/kota yang lain,” ujarnya.

Selain penguatan organisasi, PTMSI Maluku juga mulai menjalankan program “Pingpong Go to School” sebagai upaya memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga tenis meja sejak usia sekolah.

Alfred menyebut program tersebut telah diluncurkan di Kabupaten Maluku Tengah pada Agustus 2026. Program kemudian akan dilanjutkan ke Kota Tual dan direncanakan menyasar Maluku Tenggara pada Oktober mendatang.

“Untuk Pingpong Go to School kita sudah mulai launching kemarin di Kabupaten Maluku Tengah sekitar bulan Agustus lalu. Terus kita lanjut pada Kota Tual dan rencana pada bulan Oktober itu di Maluku Tenggara,” jelasnya.

Ia mengatakan pelaksanaan program dilakukan secara bertahap. PTMSI Provinsi Maluku juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait sehingga program tersebut mendapat dukungan dari pimpinan daerah.

“Khusus untuk Go to School kita bertahap. Kita sudah berkoordinasi dengan pimpinan daerah dan puji Tuhan semua sudah oke. Nanti kita atur waktu yang tepat,” kata Alfred.

Tidak hanya menyasar sekolah, PTMSI Maluku juga menyiapkan program “Pingpong Masuk Kampung”. Program ini dirancang untuk membawa olahraga tenis meja lebih dekat dengan masyarakat di tingkat desa.

Alfred mengungkapkan, launching program tersebut direncanakan berlangsung di Kabupaten Maluku Tengah pada Oktober 2026, sebelum kemudian diperluas ke kabupaten/kota lainnya.

“Untuk Pingpong Masuk Kampung itu kita rencana pada bulan Oktober kita akan launching di Kabupaten Maluku Tengah, nanti menyusul di kabupaten yang lain,” tuturnya.

Menurut Alfred, pelaksanaan secara bertahap menjadi pilihan karena luasnya wilayah Maluku dan adanya rentang kendali antardaerah. Meski demikian, PTMSI berharap seluruh kabupaten/kota dapat menerima program tersebut.

“Kami berharap semua kabupaten/kota bisa menerima ini. Ini program yang baik bagi generasi muda dan juga baik bagi para lansia,” katanya.

Program tersebut juga mulai mendapat dukungan dari pemerintah desa. Alfred menyampaikan bahwa Desa Galala telah menyatakan kesiapan menyediakan dua meja tenis meja untuk masyarakat.

“Di Desa Galala akan menyediakan dua buah meja pingpong, ditaruh di Desa Galala,” ungkapnya.

Ia menambahkan, launching awal program “Pingpong Masuk Kampung” kemungkinan akan dilakukan di wilayah Leihitu.

Sementara untuk Kota Tual, PTMSI Maluku telah melakukan koordinasi dengan Ketua DPRD Kota Tual dan masih menunggu kesempatan untuk berkoordinasi dengan Wali Kota Tual.

“Kota Tual kita sudah berkoordinasi dengan Ketua DPRD dan sambil menunggu Pak Wali Kota Tual, untuk berkoordinasi agar 27 desa di Kota Tual akan diberikan meja pingpong,” jelas Alfred.

Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga ruang interaksi masyarakat sekaligus bagian dari upaya PTMSI Maluku menciptakan generasi muda yang aktif dan sehat.

Dengan konsep “Pingpong Go to School” dan “Pingpong Masuk Kampung”, PTMSI Provinsi Maluku menargetkan olahraga tenis meja tidak hanya berkembang di pusat-pusat kota, tetapi dapat menjangkau sekolah, desa, generasi muda hingga kelompok lanjut usia di berbagai wilayah Maluku.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *