Politik dan Pemerintahan

Perumda Tirta Yapono Targetkan 10 Sumur Baru, Krisis Air Bersih Ambon Dibidik Tuntas pada 2027

6
×

Perumda Tirta Yapono Targetkan 10 Sumur Baru, Krisis Air Bersih Ambon Dibidik Tuntas pada 2027

Sebarkan artikel ini
IMG 20260303 124956 972 scaled
Plt. Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima

Ambon, Dharapos.com – Perumda Tirta Yapono menargetkan pembangunan 8 hingga 10 sumur baru pada 2026–2027 untuk mengatasi krisis air bersih yang masih dialami warga di sejumlah wilayah Kota Ambon.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 6–7 sumur ditargetkan dibangun pada 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pasokan air bersih, terutama di tengah kemarau panjang dan fenomena El Nino yang berdampak pada penurunan debit sumber air.

as

Direktur Perumda Tirta Yapono, Pieter Saimima, mengatakan pembangunan sumur dalam dan perluasan jaringan distribusi menjadi langkah penting agar persoalan kekurangan air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.

“Kami tidak ingin setiap kali terjadi kemarau, persoalan yang sama kembali muncul. Karena itu, sumber air alternatif harus disiapkan dan masalah ini harus diselesaikan,” tegas Pieter kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (28/10/2026).

Salah satu wilayah yang menjadi prioritas penanganan adalah Kudamati, khususnya RT 05/RW 06. Pengembangan jaringan air bersih di kawasan tersebut direncanakan diresmikan Wali Kota Ambon pada minggu pertama November 2026.

Pieter mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan, sekitar 56 kepala keluarga (KK) telah mendaftar untuk memperoleh sambungan air bersih. Dari jumlah tersebut, sekitar 16 KK telah menyelesaikan administrasi penyambungan ke rumah.

“Pada saat peresmian, kami optimistis jumlah pelanggan yang sudah menyelesaikan administrasi penyambungan bisa bertambah hingga lebih dari 20 KK,” ujarnya.

Pengembangan jaringan tersebut diharapkan menjawab kebutuhan warga yang selama bertahun-tahun belum menikmati layanan air bersih secara memadai dan terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perumda Tirta Yapono menargetkan penanganan persoalan pelayanan air bersih di Kudamati dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026 dan awal 2027.

Selain Kudamati, Perumda Tirta Yapono menyiapkan pembangunan sumur dalam untuk meningkatkan kapasitas pasokan air di kawasan Wainitu dan sekitarnya. Saat ini, satu sumur dalam telah berfungsi, sementara sumur berikutnya direncanakan rampung pada November 2026.

Keberadaan sumur baru tersebut diharapkan memperkuat pasokan air bagi pelanggan di Wainitu, OSM, Gudang Arang hingga Air Salobar. Pengoperasian pompa dan distribusi air akan diatur secara bergiliran sesuai kebutuhan pelayanan.

Perumda Tirta Yapono juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon untuk pembangunan bak penampung berkapasitas 125 meter kubik pada 2027. Fasilitas tersebut direncanakan mendukung distribusi air bersih bagi warga di kawasan belakang TVRI, Gunung Nona.

“Kalau semua rencana ini berjalan sesuai target, pada 2027 seluruh titik yang selama ini menjadi pekerjaan rumah kami bisa dituntaskan,” katanya.

Pieter menyebutkan, sejumlah wilayah yang masuk dalam rencana penanganan antara lain Kesia, kawasan sekitar Puncak Wara, Kudamati Atas, Lorong Batako, Lorong Kamiri, RT 05/RW 05 Siwang, serta kawasan belakang TVRI.

Setelah pekerjaan di Wainitu, pengembangan berikutnya direncanakan menyasar Halong Baru, Halong Atas, kawasan Kusu-Kusere, dan wilayah lain yang membutuhkan tambahan pasokan air bersih.

Pembangunan sumur dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan serta kondisi sumber air di setiap wilayah. Sumur-sumur baru diharapkan dapat menyuplai air ke instalasi pengolahan dan jaringan distribusi yang tersedia, sehingga penurunan debit sumber air permukaan saat kemarau tidak terlalu berdampak terhadap pelayanan pelanggan.

Selain perluasan jaringan di Kudamati, Perumda Tirta Yapono mempersiapkan pengoperasian sumur di kawasan Pertamina untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat. Saat ini, sumur tersebut masih menjalani tahap uji coba dan pembersihan sebelum dioperasikan.

Apabila seluruh persiapan berjalan lancar, peresmian pengembangan jaringan di Kudamati dan fasilitas sumur di kawasan Pertamina direncanakan berlangsung dalam satu rangkaian kegiatan yang dihadiri Wali Kota Ambon.

Perumda Tirta Yapono berharap pembangunan sumur dan perluasan jaringan dapat berjalan sesuai jadwal, sehingga warga di wilayah yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih bisa menikmati pelayanan yang lebih baik.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Ambon untuk memperkuat pelayanan air bersih secara berkelanjutan, terutama dalam menghadapi kemarau panjang dan penurunan debit sumber air.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *