Utama

Kodam Pattimura Beberkan Spesifikasi Jembatan Wai Tomu, Klaim Tak Ubah Fungsi dan Bentuk Sungai

0
×

Kodam Pattimura Beberkan Spesifikasi Jembatan Wai Tomu, Klaim Tak Ubah Fungsi dan Bentuk Sungai

Sebarkan artikel ini
IMG 20261030 WA0033

Ambon, Dharapos.com – Kodam XV/Pattimura membeberkan spesifikasi teknis pembangunan Jembatan Wai Tomu di kawasan Mardika, Kota Ambon, menyusul sorotan Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait potensi penyempitan kapasitas tampung sungai, perubahan karakteristik aliran, gangguan ekosistem hingga risiko banjir dan sedimentasi.

Penjelasan tersebut disampaikan Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, S.Sos., dalam Forum Group Discussion (FGD) bersama para pemangku kepentingan dan elemen masyarakat di Serambi Kehormatan Makodam, Rabu (25/10/2026).

Dalam forum tersebut, Kodam menjelaskan sejumlah spesifikasi konstruksi yang menjadi dasar pembangunan jembatan sekaligus menjawab perhatian terhadap kondisi dan fungsi Sungai Wai Tomu.

Dari aspek konstruksi, jembatan tersebut memiliki panjang bentangan 120 meter. Sementara lebar bentangan konstruksi yang melintasi sungai dirancang mencapai 20 meter, sedangkan lebar sungai saat ini sekitar 18 meter.

Menurut penjelasan Kodam, perencanaan tersebut dimaksudkan untuk mempertahankan lebar sungai seperti kondisi semula.

Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, pembersihan sedimentasi dan sampah yang menumpuk di dasar sungai juga telah dilakukan. Pekerjaan selanjutnya mencakup pembangunan fondasi bored pile sebagai penyangga gelagar serta perbaikan talud penahan di sisi sungai.

Kodam juga menjelaskan bahwa gelagar beton direncanakan berada sekitar 1,55 meter di atas bibir sungai. Jarak tersebut disiapkan untuk memberikan ruang bagi aliran air, termasuk ketika terjadi peningkatan debit atau luapan sungai.

Selain itu, konstruksi jembatan dirancang tanpa pilar penyangga di tengah sungai. Penguatan struktur dilakukan melalui elemen penyangga antara gelagar dengan jarak tiga meter.

Untuk mengantisipasi sampah yang terbawa arus, Kodam XV/Pattimura merencanakan pemasangan jaring penahan sampah di ujung jembatan. Pembangunan check box juga disiapkan untuk memudahkan pemantauan kondisi di bawah jembatan, terutama terhadap potensi sedimentasi dan penumpukan sampah.

Dengan fasilitas tersebut, pembersihan dan pemeliharaan diharapkan dapat dilakukan secara berkala sehingga tidak terjadi penumpukan material yang berpotensi mengganggu aliran sungai.

Penataan kawasan pembangunan juga mencakup perbaikan trotoar di sepanjang Jalan Pasar Mardika. Upaya ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata, nyaman dan mendukung aktivitas masyarakat maupun pelaku usaha di kawasan tersebut.

Meski demikian, spesifikasi konstruksi yang dipaparkan Kodam tetap perlu dilihat bersama hasil pengukuran kondisi sungai dan kajian hidraulika dari instansi teknis berwenang.

Sebab, bentangan jembatan tanpa pilar di tengah sungai maupun ruang bebas di bawah gelagar merupakan aspek desain konstruksi. Sementara kepastian kapasitas tampung sungai, kelancaran aliran saat debit tinggi, serta potensi banjir dan sedimentasi membutuhkan perhitungan teknis tersendiri.

Karena itu, koordinasi antara Kodam XV/Pattimura, BWS dan instansi terkait menjadi penting untuk memastikan pembangunan tersebut memenuhi ketentuan teknis serta tidak mengabaikan fungsi sungai.

Pembangunan Jembatan Wai Tomu sendiri merupakan bagian dari upaya penataan kawasan Mardika yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung aktivitas perkotaan di Kota Ambon.

Kodam XV/Pattimura menempatkan pembangunan tersebut sebagai wujud kepedulian dan semangat gotong royong untuk mendorong kemajuan kota. Namun, manfaat pembangunan juga harus berjalan beriringan dengan keselamatan masyarakat, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku dan keberlanjutan lingkungan.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *