Ambon, Dharapos.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Ambon yang dikenal dengan julukan Damkar Manise berhasil meraih penghargaan dalam ajang GENTING Collaboration Summit 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Kamis (5/11/2026), di Hotel Bidakara, Jakarta.
Penghargaan tersebut diberikan melalui kategori KOMPAK TENAN (Konsorsium Komunitas Penggiat Ayah Teladan Indonesia), sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan dan inovasi Damkar Kota Ambon dalam mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon, Welly Patty, kepada Dharapos.com, Jumat (6/11/2026), mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kepedulian dan inovasi personel Damkar dalam menghadirkan sosok ayah bagi anak-anak yang kehilangan atau tidak mendapatkan pendampingan ayah secara langsung.
Menurutnya, KOMPAK TENAN merupakan wadah kolaborasi sekaligus forum komunikasi yang digagas Kemendukbangga/BKKBN untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan pembangunan ketahanan keluarga.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi utama GATI dengan tiga tujuan, yakni meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan anak, membangun budaya pengasuhan yang berkeadilan dengan melibatkan ayah dan ibu secara seimbang, serta membuka ruang belajar dan kolaborasi bagi para ayah maupun komunitas penggiat pengasuhan.
Welly menjelaskan, ketika program GATI disosialisasikan kepada jajaran Damkar Kota Ambon, gagasan tersebut langsung mendapat sambutan positif dari Kepala Dinas Damkar beserta personelnya.
Hal ini tidak terlepas dari banyaknya pegawai laki-laki di lingkungan Damkar yang dinilai memiliki potensi besar untuk mengambil bagian dalam gerakan tersebut.
Dari sosialisasi itu, lahirlah inovasi sosial berupa program “Ayah Pengganti” yang pertama kali dilaksanakan di SMP Negeri 19 Ambon.
Melalui program tersebut, personel Damkar hadir mendampingi anak-anak yang kehilangan sosok ayah karena telah meninggal dunia maupun anak-anak yang ayahnya sedang bertugas atau berada di luar daerah dalam waktu lama, bahkan hingga dua sampai empat tahun.
Kehadiran personel Damkar tidak sekadar membantu mengantar anak saat pertama masuk sekolah, tetapi juga mendampingi mereka ketika mengambil laporan hasil pendidikan atau rapor.
Dalam kesempatan itu, personel Damkar turut berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk mendengarkan perkembangan pendidikan, kondisi serta berbagai persoalan yang dihadapi anak-anak tersebut.
“Damkar hadir ketika anak-anak membutuhkan sosok ayah. Mereka mengantar anak-anak ke sekolah dan mendampingi saat mengambil laporan pendidikan. Mereka juga mendengarkan keluhan guru tentang kondisi anak-anak,” jelas Welly.
Ia menilai, inovasi tersebut memiliki arti penting dalam mengurangi fenomena fatherless, yakni kondisi ketika anak kehilangan atau mengalami kekurangan keterlibatan figur ayah, baik secara fisik maupun emosional.
Menurut Welly, dari komunikasi dan pendampingan yang dilakukan, terlihat bahwa sebagian anak sangat merindukan perhatian, kasih sayang, serta kehadiran seorang ayah dalam kehidupan mereka.
Kondisi tersebut tidak hanya dialami anak laki-laki yang membutuhkan figur ayah sebagai tempat berbagi dan mendapatkan perhatian, tetapi juga anak perempuan yang merindukan sosok ayah untuk memberikan perlindungan dan kasih sayang.
Ia mengingatkan pentingnya kehadiran figur ayah dalam membangun kepercayaan diri dan perlindungan emosional anak, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh perhatian atau kasih sayang yang diberikan secara tidak tepat oleh pihak lain.
“Kita berharap anak-anak di Kota Ambon tidak mengalami kondisi seperti itu. Harus ada figur yang bisa merangkul, memberikan perhatian dan mendengarkan mereka,” ujarnya.
Lebih dari sekadar mendampingi anak saat urusan sekolah, personel Damkar bahkan menjadikan anak-anak tersebut sebagai anak asuh. Mereka terus membangun komunikasi, menanyakan kondisi anak, perkembangan sekolah hingga kebutuhan yang dihadapi dalam keseharian.
Welly menilai, konsistensi dan kepedulian personel Damkar dalam menjalankan program tersebut menjadi salah satu alasan mereka mendapatkan apresiasi dari Kemendukbangga/BKKBN.
“Setelah diantar, anak-anak itu kemudian dijadikan anak asuh. Personel Damkar terus menanyakan bagaimana keadaan mereka dan bagaimana sekolahnya. Ini luar biasa dan menjadi bentuk kepedulian yang patut diapresiasi,” ungkapnya.
Ia berharap inovasi Damkar Manise dapat menjadi inspirasi bagi perangkat daerah, komunitas maupun masyarakat lainnya untuk mengambil bagian dalam Gerakan Ayah Teladan Indonesia.
Sebab, pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu, tetapi membutuhkan kehadiran dan keterlibatan nyata seorang ayah demi membangun keluarga yang kuat serta melahirkan generasi yang berkualitas.
“Ini luar biasa. Kota Ambon patut bangga karena ada kepedulian seperti ini. Semoga gerakan ini terus berkembang dan semakin banyak anak yang merasakan kehadiran sosok ayah dalam kehidupannya,” tutup Welly.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo J. Hehamahua, mengatakan pihaknya menyambut baik program Gerakan Ayah Teladan Indonesia.
“Kami ingin hadir memberikan perhatian dan pendampingan bagi anak-anak yang membutuhkan figur seorang ayah. Ini merupakan bentuk kepedulian personel Damkar terhadap masa depan generasi muda di Kota Ambon,” ujar Alfredo.
Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemendukbangga/BKKBN atas penghargaan yang diberikan kepada Damkar Kota Ambon.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemendukbangga/BKKBN atas penghargaan ini. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kepedulian dan pelayanan, khususnya melalui program Ayah Pengganti bagi anak-anak yang membutuhkan figur seorang ayah,” ujar Alfredo.
(dp-53)













