Ambon, Dharapos.com – Proses pembelajaran secara digital di Kota Ambon, Provinsi Maluku dilaporkan telah berjalan dengan baik.
Hal ini dikarenakan, Dinas Pendidikan (Disdik) setempat telah melakukan pelatihan bagi para tenaga pendidik dan penyediaan sarana – prasarannya.
Kepala Disdik Kota Ambon Ferdinand Taso, M.Si mengatakan, untuk sekolah tingkat SD dan SMP ada yang menerima flat panel (chromebook) maupun laptop yang terhubung dengan internet sehingga mereka dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis komputer (UNBK) dan Tes kemampuan Akdemik (TKA).
“Dalam pembelajaran secara digital, guru maupun siswa dapat mengakses ‘Aroma Pendidikan’ yang didalamnya tersedia ruang-ruang mata pelajaran,” ungkapnya kepada pers di Kota Ambon, Selasa (6/5/2026).
Menurutnya, pembelajaran dengan cara ini telah berjalan baik. Namun untuk penguatan sistem pendidikan, masih tergantung pada instrumen yang ada.
Diterangkannya, telepon genggam (Handphone) juga merupakan instrumen penghambat. Hal ini dikarenakansiswa dapat mengakses hal lain yang tidak sesuai dan berkaitan dengan kebutuhan pelajarannya.
“Kami sudah mengeluarkan edaran, sebelum Kementerian Komdigi untuk penggunaan hp bagi anak usia 16 tahun ke bawah. Surat edaran itu berisi pembatasan penggunaan gadget di sekolah kecuali untuk pembelajaran,” terangnya.
Lanjut Kadis, sesuai hasil survei Pemerintah pusat bahwa kemampuan mengakses informasi anak-anak Indonesia sangat tinggi. Namun tingkat pemahamannya sendiri masih rendah.
“Untuk itu sudah menjadi tugas bersama kita dalam meningkatkan kemampuan kognitif dari anak-anak kita,” harapnya.
Kadis menambahkan, pihaknya juga akan melakukan rehabilitasi terhadap empat gedung SD dan lima gedung SMP di Kota Ambon.
(dp-19)













