Politik dan Pemerintahan

Soal Blok Masela, Gubernur Hendrik: Masyarakat Maluku Tak Boleh Jadi Penonton

9
×

Soal Blok Masela, Gubernur Hendrik: Masyarakat Maluku Tak Boleh Jadi Penonton

Sebarkan artikel ini
Gub HL MoU Blok Masela

Ambon, Dharapos.com – Masyarakat Maluku tidak boleh menjadi penonton dalam pengembangan proyek strategis nasional Blok Masela yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Hendrik Lewerissa usai  menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Maluku Energi Abadi dan PT Pelabuhan Tanjung Priok di Kantor PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Ambon, Selasa (3/3/2026).

Penandatangan tersebut dilakukan oleh Dirut PT Pelabuhan Tanjung Priok Indra Hidayat Sani dan Direktur Maluku Energi Abadi Sam Latuconsina.

Teken MoU ini merupakan bagian dari skema penguatan infrastruktur dan dukungan logistik untuk menunjang operasional proyek migas Blok Masela.

Kemudian, perencanaan teknis, tahapan survey hingga kesiapan fasilitas pelabuhan sebagai simpul distribusi utama dalam rantai pasok industri hulu migas.

Dalam pernyataannya, Gubernur menekankan bahwa kehadiran proyek berskala internasional di wilayah Maluku harus diikuti dengan afirmasi peran daerah secara substantif.

Untuk itu, pengembangan sektor ekstraktif tanpa integrasi kepentingan lokal berpotensi menciptakan ketimpangan ekonomi dan memperlebar jurang distribusi manfaat.

“Blok Masela berada di wilayah Maluku. Karena itu, masyarakat Maluku tidak boleh sekadar menjadi penonton di tanahnya sendiri. Partisipasi aktif dan proporsional adalah prinsip yang harus dijaga,” jelas Gubernur.

Dituturkannya, kemitraan dengan entitas yang memiliki kompetensi teknis dan pengalaman nasional merupakan langkah strategis untuk memastikan efektivitas proyek. Namun demikian, desain kolaborasi tersebut harus menjamin keterlibatan badan usaha milik daerah, pelaku usaha lokal, serta tenaga kerja setempat dalam ekosistem industri yang akan terbentuk.

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada INPEX sebagai operator proyek dan SKK Migas yang dinilai telah membuka ruang dialog mengenai pelibatan perusahaan daerah dalam rantai pasok strategis.

Lanjutnya, pentingnya pendekatan pembangunan yang berorientasi pada multiplier effect, yakni menciptakan dampak ekonomi berlapis melalui peningkatan kesempatan kerja, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah terdampak.

“Pembangunan ini harus melampaui orientasi investasi semata. Ia harus menjadi instrumen transformasi ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Ditambhakannya, Pemerintah Provinsi Maluku akan terus mengawal setiap tahapan pengembangan Blok Masela agar berlangsung dalam kerangka tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

“Dengan demikian, proyek tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol investasi besar, tetapi juga motor penggerak kemandirian ekonomi Maluku, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” harapnya.

(dp-19)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *