Ambon, Dharapos.com – Dari sebuah negeri di pesisir Pulau Haruku, sepuluh anak muda Aboru kini tengah menapaki jalan menuju pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sebanyak 10 putra Aboru berhasil melewati tahapan seleksi penerimaan prajurit TNI dan saat ini sedang menjalani pendidikan militer. Mereka belum menyandang status sebagai prajurit aktif, namun keberhasilan melewati seleksi menjadi langkah penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Capaian itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aboru. Sebab, di balik angka 10 tersebut, ada anak-anak muda yang membawa harapan keluarga dan nama kampung halaman dalam perjalanan mereka.
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., meminta anak-anak Aboru tidak ragu mengambil kesempatan untuk mengikuti seleksi penerimaan TNI selama memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
“Kalau ada kesempatan dan sudah memenuhi persyaratan, daftar semuanya. Persyaratannya sama,” pesan Pangdam, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan oleh generasi muda daerah yang telah mempersiapkan diri dan memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
Pangdam juga berharap, mereka yang nantinya berhasil menyelesaikan pendidikan dan resmi menjadi prajurit TNI dapat kembali membawa pengalaman serta semangat pengabdian ke tanah kelahirannya.
“Mudah-mudahan dengan dia jadi prajurit, jadi TNI, dia bisa kembali di kampungnya. Dia bisa berbaur dan bisa menjadi motivasi,” ujarnya.
Namun, perjalanan 10 putra Aboru tersebut masih panjang. Setelah melewati seleksi, mereka kini harus menjalani pendidikan yang menjadi tahapan penting dalam pembentukan seorang prajurit.
Di tempat pendidikan, mereka ditempa dengan disiplin, kemampuan, ketahanan, serta pembentukan karakter sebelum nantinya menjalankan tugas sebagai bagian dari TNI.
Karena itu, lolos seleksi bukanlah akhir dari perjalanan. Justru dari sinilah perjuangan berikutnya dimulai.
Pangdam berharap, ketika suatu saat mereka menyelesaikan pendidikan dan telah menjalankan tugas dalam masa pengabdian, akan ada kesempatan bagi mereka untuk turut membangun daerah asalnya.
“Suatu saat kalau dia sudah pada masanya, berapa tahun dia dinas, di mana ada kesempatan untuk membangun kampungnya, saya pasti menjadi kebanggaan keluarga,” ungkapnya.
Bagi masyarakat Aboru, keberadaan 10 anak muda yang kini sedang menjalani pendidikan TNI menjadi sebuah harapan. Mereka pergi dari kampung membawa cita-cita, menjalani proses pendidikan dengan disiplin, dan mempersiapkan diri untuk sebuah pengabdian yang lebih besar.
Jika seluruh tahapan dapat mereka lalui hingga selesai, suatu hari nanti mereka bukan hanya membawa kebanggaan bagi keluarga, tetapi juga nama Aboru dalam perjalanan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sepuluh anak muda itu kini masih ditempa. Perjalanan mereka belum selesai, tetapi satu langkah penting telah berhasil dilewati: membuka jalan dari Aboru menuju pengabdian sebagai prajurit TNI.
(dp-53)














