Pendidikan

Wawali Ely Lepas 147 Mahasiswa IAKN Ambon Laksanakan KKN, Ini Harapannya

6
×

Wawali Ely Lepas 147 Mahasiswa IAKN Ambon Laksanakan KKN, Ini Harapannya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260714 WA00402

Ambon, Dharapos.com – Sebanyak 147 Mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon di tahun ini melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) .

Mereka berasal  dari tujuh program studi, yakni Sistem Informasi, Musik Gereja, Pariwisata Budaya dan Agama, Teologi, Agama dan Budaya, Ilmu Komunikasi, serta Teknologi Pendidikan.

Wakil Rektor I IAKN Ambon, Dr. Herly J. Lesilolo, M.Pd, mengatakan KKN merupakan bentuk nyata integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Pendekatan tersebut, lanjut Lesilolo,
dirancang agar kompetensi mahasiswa dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung kebutuhan masyarakat di lokasi penempatan.

Dijelaskannya, pelaksanaan KKN menggunakan metode klasterisasi wilayah kerja yang tersebar di 10 lokasi pada tiga kecamatan, yakni Kecamatan Nusaniwe, Kecamatan Teluk Ambon, dan Kecamatan Leitimur Selatan.

Oleh sebab itu, pendekatan tersebut dirancang agar kompetensi mahasiswa dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung kebutuhan masyarakat di lokasi penempatan.

Lebih lanjut Lesilolo menerangkan, mahasiswa Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama, misalnya, akan berkontribusi melalui penyusunan paket wisata edukatif, promosi destinasi, serta pendampingan masyarakat dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Sementara mahasiswa dari program studi lainnya akan menjalankan program sesuai bidang keilmuan masing-masing, termasuk edukasi berbasis teknologi dan penguatan komunikasi masyarakat.

Ia menekankan bahwa seluruh program KKN harus dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah, pemerintah negeri, sekolah, guru agama, tokoh masyarakat, gereja, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap 147 mahasiswa tidak hanya menghasilkan laporan akademik, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah, gereja, dan masyarakat,” jelasnya, di auditorium IAKN Ambon, Selasa (14/7/2026).

Pihaknya juga  mengapresiasi  Pemerintah Kota Ambon yang telah mendukung pelaksanaan KKN serta seluruh pemerintah negeri, tokoh adat, tokoh masyarakat, pihak Sinode GPM, klasis, jemaat, dan warga yang menerima kehadiran mahasiswa.

Diharapkannya, kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga yang membentuk mahasiswa menjadi lulusan yang memiliki kepedulian sosial, jiwa pelayanan, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan daerah.

Kegiatan ini mengusung tema “Inovasi Kreatif 2026:” Digitalisasi Pariwisata, Edukasi Berbasis Teknologi, dan Rajutan Harmoni Budaya-Religius”.

Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta yang secara resmi melepaskan para mahasiswa Itu, memberikan apresiasi kepada IAKN Ambon yang secara konsisten menyelenggarakan program KKN sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, membangun kepedulian sosial, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di tengah masyarakat.

Ia menilai tema KKN tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan Kota Ambon yang tengah menghadapi tantangan transformasi digital.

“Digitalisasi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Saya berharap para mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang membantu masyarakat memanfaatkan teknologi secara bijaksana, baik dalam promosi potensi wisata, peningkatan literasi digital, pengembangan UMKM, maupun pelayanan dan pendidikan yang lebih efektif,” katanya di auditorium IAKN Ambon, Selasa (14/7/2026).

Dikatakannya, Kota Ambon memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah, dan potensi pariwisata yang sangat besar.

Namun, potensi tersebut perlu didukung promosi yang kreatif dan berbasis digital agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

(dp-19)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *