Utama

Kalahkan 27 Peserta, Karya Erasth Jansen So Resmi Jadi Logo dan Maskot Kongres XL GMKI 2027

6
×

Kalahkan 27 Peserta, Karya Erasth Jansen So Resmi Jadi Logo dan Maskot Kongres XL GMKI 2027

Sebarkan artikel ini
IMG 20260709 WA0000

Ambon, Dharapos.com – Kalahkan 27 peserta, karya Erasth Jansen So resmi ditetapkan sebagai pemenang Sayembara Logo dan Maskot Kongres XL Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Desain yang mengangkat identitas budaya Maluku dan nilai-nilai Kristiani tersebut akan menjadi identitas visual resmi Kongres XL GMKI yang dijadwalkan berlangsung di Kota Ambon pada tahun 2027.

Pengumuman pemenang disampaikan oleh anggota dewan juri, seniman Maluku Dr. Hengky Sopacua, S.Pd., SH., MH dan pakar teknologi informasi Charisma Frans, S.Kom, didampingi Wakil Sekretaris Panitia Kongres Jimmy Pieter Papilaya, Ketua Koordinator Divisi Humas dan Protokoler Jafri Taihutu, serta Wakil Sekretaris BPC GMKI Ambon Yondry Siletty, di Siwabessy 26 GMKI Cabang Ambon, Rabu (8/7).

Hengky Sopacua menjelaskan, proses penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan kemampuan desain manual sekaligus memastikan setiap karya merupakan hasil kreativitas peserta, bukan dominasi penggunaan Artificial Intelligence (AI).

Empat aspek menjadi indikator penilaian, yakni kesesuaian dengan tema Kongres XL GMKI, originalitas karya, kualitas tampilan visual, serta filosofi yang mengangkat identitas dan kearifan lokal Maluku.

“Di zaman sekarang AI saja tidak cukup. Karya-karya anak bangsa yang lahir dari talenta memiliki nilai yang sangat luar biasa,” ujar Sopacua.

Menurutnya, maskot dan logo harus mampu merepresentasikan GMKI sebagai organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Maluku kepada masyarakat luas.

“Maskot merupakan ikon atau identitas Kongres XL GMKI. Karena itu harus didasarkan pada potensi daerah dan kearifan lokal Maluku,” tegasnya.

Dari 28 peserta yang mengikuti sayembara, sedikitnya 10 karya dinilai sangat layak menjadi pemenang. Namun, berdasarkan penilaian akhir, karya Erasth Jansen So berhasil meraih nilai tertinggi, yakni 87.

Logo pemenang memadukan berbagai simbol khas Maluku seperti Perahu Belang, Baileo, kekayaan budaya Maluku (Culture of Mollucas), serta Salib bercahaya sebagai lambang iman dan semangat pelayanan.

Sementara maskot yang diberi nama Burung Nuri Raja digambarkan sedang menabuh tifa sebagai simbol suara perdamaian dari Tanah Maluku. Maskot tersebut merepresentasikan kepemimpinan, persaudaraan, dan semangat menyatukan seluruh potensi GMKI di Maluku maupun Indonesia menjelang Kongres XL GMKI Tahun 2027.

Di kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Panitia Kongres XL GMKI Jimmy Pieter Papilaya mengatakan penyelenggaraan Kongres XL GMKI bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga momentum memperkenalkan Kota Ambon dan Provinsi Maluku sebagai laboratorium harmonisasi kehidupan sosial di Indonesia sekaligus mendorong perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan di Maluku.

Ia menjelaskan, sayembara yang berlangsung pada 15–30 Juni 2026 berhasil menarik partisipasi 28 peserta. Demi menjaga objektivitas, seluruh karya diserahkan kepada dewan juri tanpa mencantumkan identitas peserta.

“Kami berterima kasih kepada seluruh peserta, dewan juri yang bekerja secara profesional, serta insan pers yang terus mendukung publikasi seluruh rangkaian persiapan menuju Kongres XL GMKI Tahun 2027 di Kota Ambon,” ujar Jimmy.

Ia menambahkan, logo dan maskot pemenang dalam waktu dekat akan diluncurkan secara resmi oleh Pengurus Pusat GMKI sebagai identitas visual Kongres XL GMKI Tahun 2027.

Jimmy juga mengapresiasi Divisi Humas dan Protokoler Panitia yang dinilai berhasil menyelenggarakan seluruh tahapan sayembara secara efektif dalam waktu kurang dari satu bulan.

“Seluruh proses berjalan baik berkat kerja sama semua pihak. Ini menjadi langkah awal menuju suksesnya Kongres XL GMKI Tahun 2027 di Kota Ambon,” pungkasnya. (dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *