Ambon, Dharapos.com – Pemerintah Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara Perumdam Tirta Yapono dan Dinas PUPR Kota Ambon, berbagai kemajuan signifikan berhasil dicapai di era kepemimpinan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.
Sejumlah kawasan di Kota Ambon yang selama puluhan tahun belum terjangkau layanan air bersih kini mulai menikmati fasilitas tersebut. Wilayah seperti Kudamati, Gunung Nona, dan Kesia menjadi contoh nyata hadirnya pemerataan akses air bersih bagi masyarakat.
Upaya ini terus berlanjut dengan menyasar dua kawasan berikutnya, yakni Wayame dan Passo Larier. Pada Selasa (7/4/2026), Plt. Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, bersama Kepala Dinas PUPR Kota Ambon, Melianus Latuihamallo, serta Anggota DPRD Kota Ambon Fraksi PDIP, Aldy Sarimanella, melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Di kawasan Wayame, rombongan meninjau pembangunan sumur bor yang sementara dikerjakan. Sementara di Larier, pengecekan difokuskan pada aliran air serta akses jalan. Kedua proyek tersebut ditargetkan rampung pada April 2026.
Sarimanella menegaskan pentingnya dukungan masyarakat dalam menyukseskan program ini. Ia mengajak warga untuk bersyukur dan ikut menjaga fasilitas yang dibangun pemerintah.
“Ini merupakan salah satu program prioritas Pak Wali. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar pelayanan air bersih dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Ambon, Melianus Latuihamallo, menjelaskan bahwa penyediaan air bersih di Larier merupakan respon cepat pemerintah atas aspirasi warga yang disampaikan dalam program Wali Kota Jumpa Rakyat (Wajar) awal tahun 2026.
“Pengadaan air bersih di Larier ini adalah bentuk respon cepat pemerintah atas permintaan masyarakat. Bak penampung yang sebelumnya tidak pernah difungsikan, sekarang sudah bisa dimanfaatkan kembali melalui Perumdam Tirta Yapono,” jelas Melianus Latuihamallo.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan sumur bor di Wayame dilakukan melalui skema penyertaan modal daerah guna memperkuat debit air di wilayah tersebut.
“Untuk Wayame, ada dua titik pengeboran tahun ini untuk memperkuat debit air. Sementara akses jalan di Larier direncanakan sudah mulai di-hotmix pada 15 April,” tambahnya.

Plt. Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, menyampaikan apresiasi kepada Dinas PUPR dan DPRD Kota Ambon atas dukungan terhadap program penyediaan air bersih.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Dinas PUPR yang mengawal kegiatan teknis di lapangan, serta DPRD yang konsen terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih dan akses jalan,” ungkap Piet Saimima.
Ia menambahkan, pembangunan sumur bor di Wayame menjadi langkah penting untuk meningkatkan distribusi air kepada masyarakat, mengingat sumber air yang ada saat ini juga digunakan untuk kebutuhan industri, termasuk Pertamina.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kota Ambon berharap seluruh wilayah yang masih mengalami keterbatasan air bersih dapat segera terlayani. Program ini sekaligus menjadi bagian dari realisasi visi dan komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara merata.
(dp-53)













