Ambon, Dharapos.com – Yayasan Hope Worldwide Indonesia menggelar Workshop Mental Health Class bagi para mahasiswa di Politeknik Negeri Ambon, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi penting untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan mental di tengah tantangan kehidupan saat ini.
Workshop tersebut turut dihadiri Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, ST., MM, Penanggung Jawab Yayasan Hope Maluku, Benyamin Josepson Jempormasse, narasumber Joanne M. Rugebregt, S.Psi., M.Si selaku Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, serta para mahasiswa peserta workshop.
Yayasan Hope Worldwide Indonesia sendiri merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, pendidikan, layanan kesehatan, literasi digital hingga penanggulangan bencana alam. Berdiri sejak 1994, yayasan ini aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Yayasan Hope Indonesia, Michael AY Tobing, dalam video sambutannya menegaskan bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam kehidupan setiap orang.
“Kesehatan mental sangat penting karena memengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak. Kondisi mental yang stabil membantu seseorang menghadapi stres, menjaga hubungan sosial yang sehat, membuat keputusan yang tepat, dan memaksimalkan potensi diri dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Michael.
Sementara itu, Penanggung Jawab Yayasan Hope Maluku, Benyamin Josepson Jempormasse berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta sekaligus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak.

“Besar harapan kami agar kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik, memberikan manfaat bagi seluruh peserta, serta semakin mempererat hubungan kerja sama yang baik antara Yayasan Hope Indonesia dengan Politeknik Negeri Ambon dan seluruh mitra yang hadir,” harapnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, ST., MM, mengapresiasi inisiatif Yayasan Hope dalam menghadirkan edukasi kesehatan mental bagi mahasiswa.
Menurutnya, isu kesehatan mental saat ini bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan. Ia menilai kegiatan tersebut sangat penting sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda agar lebih memahami diri sendiri dan mampu menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Kegiatan ini sangat penting sebagai ruang edukasi bagi pemuda. Saya berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat belajar mengenal diri sendiri, membangun pola pikir yang sehat, serta berani meminta bantuan ketika menghadapi persoalan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Hope Worldwide Indonesia atas kolaborasi bersama Politeknik Negeri Ambon.
“Masa depan bangsa tidak hanya membutuhkan generasi yang pintar, tetapi juga sehat, tangguh, dan mampu membawa perubahan besar bagi Maluku dan Indonesia. Terima kasih Yayasan Hope untuk kerja samanya bersama Politeknik Negeri Ambon,” tandasnya sembari membuka secara resmi Workshop Mental Health Class tersebut.
(dp-53)













