Ambon, Dharapos.com – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Ambon mendesak mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, untuk menyampaikan permohonan maaf kepada umat Kristen di Indonesia.
Desakan ini muncul menyusul ceramahnya di Masjid Kampus UGM yang dinilai meresahkan serta menyakiti perasaan umat Kristen.
Ketua DPC GAMKI Kota Ambon, Desy Kosita Hallauw, menyebut pernyataan yang disampaikan Jusuf Kalla sangat sensitif karena menyentuh isu kehidupan antarumat beragama.

“Pernyataan seperti ini sangat tidak tepat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ini bukan hanya soal perbedaan pandangan, tetapi sudah menyentuh perasaan umat beragama,” tegas Hallauw kepada Dharapos, Senin (13/4/2025).
Ia juga menilai, pernyataan tersebut harus segera diluruskan agar tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas.
“Kami meminta Bapak Jusuf Kalla berjiwa besar untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada umat Kristen, sekaligus memberikan klarifikasi agar tidak terjadi penafsiran yang keliru,” tambahnya.
“Tokoh nasional seharusnya menjadi penyejuk, bukan justru memunculkan narasi yang bisa memicu ketegangan antarumat beragama,” pungkas Hallauw.
Diketahui, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla diduga telah melontarkan pernyataan yang menjurus kepada penistaan agama.
Dalam ceramahnya, Jusuf Kalla membawa-bawa ajaran agama Kristen yang diklaim syahid jika membunuh umat muslim.
“Kenapa agama gampang menjadi-jadikan alasan konflik kaya di poso dan Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat (bahwa) mati atau menewaskan orang, mati atau mematikan itu syahid. Semua pihak! Kristen juga berpikir begitu, ‘kalau saya bunuh orang Islam saya syahid. Kalau saya matipun, saya syahid,” demikian kata Jusuf Kalla dalam video yang beredar.
(dp-53)













