Ambon, Dharapos.com — Penderitaan masyarakat Dusun Latta, Negeri Hative Besar, akibat krisis air bersih yang telah berlangsung bertahun-tahun akhirnya mendapat titik terang. Perumdam Tirta Yapono menyatakan kesiapan untuk membantu, meski realisasinya masih menunggu langkah resmi dari Pemerintah Negeri setempat.
Selama ini, warga hidup dalam keterbatasan akibat rusaknya jaringan pipa air bersih yang sebelumnya bersumber dari PT Angkasa Pura. Kerusakan yang diduga akibat longsor itu tak kunjung diperbaiki, memaksa masyarakat harus berjalan cukup jauh untuk mengambil air dari sungai.
Ironisnya, janji perbaikan yang pernah disampaikan Pemerintah Negeri Hative Besar pada tahun 2022 lalu hingga kini belum terealisasi. Saat itu, Penjabat Pemerintah Negeri, J. Nuansa Sangadji, mengaku telah melakukan survei lokasi kerusakan.
“Kemarin kita sudah survei lokasi pipa yang patah akibat longsor,” ujarnya kepada Dharapos.com Selasa (8/11/2022).
Namun, waktu berlalu tanpa kepastian, sementara kebutuhan air bersih terus mendesak.
Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, menegaskan bahwa pihaknya siap membantu masyarakat Dusun Latta, meski wilayah tersebut belum masuk dalam jaringan resmi layanan Perumdam.
“Bagi kami, yang utama masyarakat harus mendapatkan air bersih sebagai kebutuhan dasar, bukan semata soal menjadi pelanggan,” tegas Saimima via Telepon, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, Perumdam dapat menangani aspek teknis, termasuk memperbaiki jaringan air yang bersumber dari Angkasa Pura, dengan syarat adanya permintaan resmi dari Pemerintah Negeri Hative Besar.
“Kami siap turun tangan, asalkan ada surat permintaan resmi dari pemerintah negeri, sehingga kami bisa melakukan perbaikan dan memastikan air kembali mengalir,” jelasnya.
Menurutnya, langkah serupa telah dilakukan di sejumlah wilayah lain seperti Negeri Kilang dan Negeri Ema, sebagai bagian dari upaya mendukung program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode 2025–2030, yang menempatkan air bersih sebagai kebutuhan utama masyarakat.
Kini, harapan warga Dusun Latta bertumpu pada keseriusan Pemerintah Negeri Hative Besar untuk segera berkoordinasi dengan Perumdam. Tanpa itu, krisis air bersih yang telah berlangsung lama dikhawatirkan akan terus berlarut tanpa solusi.
(dp-53)













