Ambon, Dharapos.com – Penantian panjang warga Benteng Karang untuk menikmati layanan air bersih segera berakhir. Perumdam Tirta Yapono Kota Ambon menargetkan distribusi air bersih mulai mengalir ke rumah-rumah warga pada pekan kedua Agustus 2026, sebagai wujud realisasi komitmen Wali Kota Ambon dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Perumdam Tirta Yapono Kota Ambon, Ir. Pieter Saimima, M.Si, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kesiapan jaringan distribusi air bersih di kawasan tersebut.
“Hari ini kami bersama Staf Ahli Pengawasan Perumdam Tirta Yapono, tim teknis Perumdam, dan Dinas PUPR telah meninjau kesiapan jaringan. Kami juga sudah melakukan uji coba. Hasil sementara menunjukkan sekitar 70 hingga 80 persen jaringan dalam kondisi baik, sedangkan 20 hingga 30 persen masih memerlukan penyempurnaan,” kata Saimima melalui sambungan telepon, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, mulai awal pekan depan Perumdam akan menurunkan tim untuk berkoordinasi dengan para Ketua RT dan RW di Benteng Karang guna mendata calon pelanggan yang akan memanfaatkan layanan tersebut.
“Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, maka pada minggu kedua Agustus masyarakat Benteng Karang sudah dapat menikmati air bersih. Ini merupakan bentuk realisasi janji Pak Wali Kota kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Saimima, kehadiran jaringan air bersih di Benteng Karang menjadi bukti bahwa komitmen pemerintah tidak berhenti pada janji semata.
“Janji seorang pemimpin sejati tidak boleh diingkari. Apa yang dijanjikan harus dilaksanakan. Pak Wali Kota adalah seorang pekerja yang selalu berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Selama ini, warga Benteng Karang masih bergantung pada pasokan air menggunakan mobil tangki dengan biaya yang cukup besar. Satu drum air dihargai sekitar Rp15 ribu, sementara rata-rata kebutuhan masyarakat mencapai dua tangki setiap bulan dengan pengeluaran sekitar Rp500 ribu bahkan lebih.

Kondisi tersebut, menurutnya, sangat membebani masyarakat. Karena itu, kehadiran layanan Perumdam diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran keluarga.
“Dengan jaringan Perumdam, masyarakat hanya membayar sesuai volume pemakaian yang tercatat pada meter air. Pengeluaran mereka akan jauh lebih hemat sehingga sisa biaya dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, pada tahap awal masyarakat tetap perlu menyiapkan biaya pemasangan sambungan rumah yang meliputi meter air, jaringan pipa, serta perlengkapan pendukung lainnya. Setelah itu, pelanggan hanya dikenakan biaya sesuai jumlah air yang digunakan.
“Kami juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan air sesuai kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan, sehingga pemanfaatannya lebih bijaksana,” katanya.
Saimima menambahkan, peresmian layanan air bersih Benteng Karang direncanakan akan dilakukan langsung oleh Wali Kota Ambon pada Agustus mendatang.
Ia memastikan Perumdam akan menjaga kontinuitas pelayanan. Apabila terjadi gangguan pada mesin pompa maupun jaringan distribusi, tim teknis akan segera melakukan penanganan agar pasokan air tetap berjalan.
“Air bersih bukan hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dengan akses air bersih yang memadai, masyarakat dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang turut mendukung upaya pencegahan stunting di Kota Ambon,” tutup Saimima.
(dp-53)













