Politik dan Pemerintahan

Kemarau Panjang, Debit Air Kusu-Kusu Sereh Menurun, Perumdam Siapkan Perubahan Distribusi ke Mangga Dua

7
×

Kemarau Panjang, Debit Air Kusu-Kusu Sereh Menurun, Perumdam Siapkan Perubahan Distribusi ke Mangga Dua

Sebarkan artikel ini
20260915 192013 0000

Ambon, Dharapos.com – Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, merespons keluhan pelanggan di kawasan Mangga Dua, Kota Ambon, terkait ketersediaan air bersih yang disampaikan melalui media sosial.

Piet menjelaskan, pelanggan di kawasan tersebut masih mendapatkan aliran air, namun debitnya tidak seperti kondisi normal. Hal ini disebabkan menurunnya debit sumber air permukaan di kawasan Kusu-Kusu Sereh akibat kemarau berkepanjangan.

“Bukan yang bersangkutan tidak mendapatkan air. Yang bersangkutan mendapatkan air, hanya air yang sampai kepada yang bersangkutan itu tidak seperti yang semula,” jelas Piet kepada media simpulMaluku.com, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, jaringan yang melayani kawasan Mangga Dua selama ini memperoleh pasokan dari sumber air permukaan di Kusu-Kusu Sereh. Namun, kemarau panjang menyebabkan debit sumber air tersebut mengalami penurunan signifikan.

Piet menyebutkan, debit air yang sebelumnya berada pada kisaran 40–45 liter per detik, kini menurun hingga sekitar 10 liter per detik.

“Sekarang itu turun sampai dengan 10 liter per detik. Itu pun tidak bisa mendorong air menuju bak penampung karena debitnya sangat kecil,” ungkapnya.

Kondisi tersebut berdampak pada tekanan dan volume air yang sampai kepada pelanggan di kawasan Mangga Dua, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan seperti biasanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perumdam Tirta Yapono berkomitmen melakukan perubahan sistem distribusi air bersih bagi masyarakat di kawasan Mangga Dua.

Piet mengatakan, jaringan yang selama ini mendapat pasokan dari Kusu-Kusu Sereh akan dialihkan. Selanjutnya, kebutuhan air bersih masyarakat akan dipenuhi melalui pompa yang berada di kawasan Batu Gantung.

“Dengan komitmen bahwa air menjadi kebutuhan dan itu harus dijawab, bukan saja karena itu program Wali Kota dan Wakil Wali Kota, tetapi dari sisi kemanusiaan air merupakan kebutuhan dasar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, perubahan jalur distribusi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat sebagai upaya meningkatkan pasokan air bersih sekaligus mengantisipasi dampak kemarau berkepanjangan terhadap sumber air.

Sebagai pimpinan perusahaan daerah yang bertanggung jawab terhadap pelayanan air bersih, Piet juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan di kawasan Mangga Dua atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Atas nama pimpinan perusahaan, saya mohon maaf kepada para pelanggan di daerah tersebut atas ketidakpuasan mendapatkan air bersih sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Piet berharap, setelah perubahan sistem distribusi dilakukan, masyarakat di kawasan Mangga Dua dapat memperoleh pasokan air bersih yang lebih baik dan sesuai kebutuhan.

“Semoga dengan perubahan distribusi yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, mereka akan mendapatkan air sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan,” pungkasnya.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *