Ambon, Dharapos.com – Upaya Pemerintah Kota Ambon memperluas pelayanan air bersih bagi masyarakat terus menunjukkan perkembangan. Kali ini, warga kawasan Farmasi Atas, Kelurahan Kudamati, mendapat akses layanan air bersih melalui pengembangan jaringan Perumdam Tirta Yapono yang diresmikan langsung Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, Kamis (5/11/2026) tepatnya di Lorong TIPKA.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjawab salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini masih menjadi persoalan di sejumlah kawasan Kota Ambon.
Bodewin hadir didampingi Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette, Direktur Perumdam Tirta Yapono Piter Saimina, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Ivone Latuputty, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Melianus Latuihamallo.
Menurut Bodewin, penyediaan air bersih merupakan program prioritas pemerintahannya. Sejak program perluasan pelayanan digencarkan, Pemkot Ambon telah membuka 26 titik akses air bersih baru dengan jumlah pelanggan yang terus mengalami peningkatan.

Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa, sebab hal tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan kita bicara banyak hal kalau akses air bersih saja belum mampu kita sediakan bagi masyarakat. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah,” tegas Bodewin.
Ia berharap, hadirnya jaringan baru di Farmasi Atas dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air untuk berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.
Bodewin juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan fasilitas tersebut secara bertanggung jawab, termasuk memenuhi ketentuan administrasi dan kewajiban pembayaran sesuai pemakaian.

Menurutnya, perluasan akses air bersih akan terus menjadi perhatian selama lima tahun kepemimpinannya. Pemerintah berupaya agar semakin banyak keluarga di Kota Ambon dapat menikmati layanan air bersih secara lebih mudah.
Ia mengakui, berbagai persoalan masyarakat tidak mungkin diselesaikan sekaligus. Namun, melalui penambahan titik pelayanan secara bertahap, pemerintah berupaya menghadirkan solusi nyata terhadap kebutuhan dasar warga.
Untuk mempercepat pemerataan layanan, Bodewin meminta para lurah, ketua RT dan RW aktif melakukan pendataan terhadap keluarga yang belum mendapatkan akses air bersih. Data tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan arah pengembangan jaringan berikutnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, ia mengajak masyarakat bersama Perumdam Tirta Yapono terus membangun kerja sama agar perluasan pelayanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak kawasan di Kota Ambon.
Dengan bertambahnya akses di Farmasi Atas, pemerintah berharap persoalan pemenuhan air bersih yang masih dihadapi sebagian warga dapat dikurangi secara bertahap.
(dp-53)













