Daerah

BPPT RI Hadirkan Teknologi Arsinum SWRO bagi Seminari SYV Saumlaki

67
×

BPPT RI Hadirkan Teknologi Arsinum SWRO bagi Seminari SYV Saumlaki

Sebarkan artikel ini

BPPT RI Arsinum Seminari SYV Saumlaki2
Giat peresmian penerapan teknologi Arsinum SWRO ini berlangsung di aula Seminari SYV Saumlaki, Jumat (27/11/2020)

Saumlaki, Dharapos.com – Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT) Republik Indonesia meresmikan dan menyerahkan instalasi
pengolahan Air Siap Minum (Arsinum) kepada Seminari St.Yohanes Maria Vianney
Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (27/11/2020).

Inovasi teknologi BPPT ini mampu mengolah air laut langsung
menjadi air siap minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu.

Kegiatan peresmian penerapan teknologi Arsinum Seawater
Reverse Osmosis (SWRO) ini dilaksanakan di aula SYV dan dihadiri oleh Kepala
program diseminasi teknologi air siap minum pada pusat teknologi lingkungan
BPPT, Dr. Muhammad Hanif, Wakil Uskup wilayah Kepulauan Tanimbar dan Maluku
Barat Daya Pastor Simon Petrus Matruti, Rektor SYV Saumlaki Pastor Yakobus
Sorluri dan para pastor di wilayah Tanimbar, suster kepala tarekat Alma di
Saumlaki serta secara daring diikuti oleh Anggota Komisi VII DPR RI Mercy Ch.
Barends.

“BPPT dengan bangga mempersembahkan salah satu 
produk inovasinya yaitu teknologi pengolahan Arsinum untuk masyarakat.
Harapannya inovasi ini dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan dapat
pula mengakselerasi pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19 khususnya di
Seminari SYV Saumlaki,” kata Muh. Hanif.

Dikatakan, akses air minum yang aman dan sehat merupakan
faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena tanpa akses air minum
yang memadai maka target pencapaian SDM yang berkualitas akan sulit terwujud.

Alasan inovasi teknologi Arsinum ditempatkan di Seminari SYV
Saumlaki karena lembaga pendidikan ini memiliki siswa yang relatif cukup
banyak.

Selain itu, pemasangan teknologi Arsinum ini juga bertujuan
sebagai wahana edukasi bagi para siswa dan guru sehingga suatu saat nanti juga
mereka  tertarik untuk mengembangkan inovasi teknologi yang bermanfaat
bagi masyarakat Indonesia di berbagai bidang.

Arsinum-SWOT BPPT ini menggunakan serangkaian proses
pre-treatimen ultrfiltrasi sehingga reserve osmosis mampu menghasilkan air siap
minum dengan kapasitas 5000 liter per hari.

“Untuk menjamin kecepatan dalam memproduksi air minum,
unit ini dilengkapi dengan pompa tekanan tinggi dan dapat memproduksi 5000
liter air yang siap dikonsumsi tanpa harus dimasak lebih dahulu,” katanya.

Sistem membran reserve yang dipakai dapat berupa membran
hollow fibre, lempeng/plate atau berupa spiral wound.

Membran ini mampu menurunkan kadar garam hingga 95-98 %.
Selain itu, air hasil olahan sudah bebas dari bakteri dan dapat langsung
diminum.

Untuk menjamin air minum yang bebas dari bakteri, unit ini
dilengkapi dengan sterilisasi ultraviolet.

Air Minum yang dihasilkan telah diuji dan telah memenuhi
standar air minum yang aman dan sehat untuk dikonsumsi berdasarkan peraturan
Menteri Kesehatan RI.

BPPT RI Arsinum Seminari SYV Saumlaki

Teknologi ini menurutnya telah dirancang, dikembangkan dan
diaplikasikan di lebih dari 50 lokasi dan daerah di Indonesia sejak 10 tahun
terakhir dengan kandungan lokal atau tingkat komponen dalam negeri lebih dari
76 persen.

Pemanfaatan teknologi Arsinum ini telah diaplikasikan di
lembaga pendidikan non komersial, daerah terpencil, daerah pesisir dan
kepulauan hingga daerah terdampak bencana.

Dalam perjalanannya pengembangan teknologi arsinum telah
melalui berbagai tahapan mulai dari Tipe manual hingga saat ini telah
dikembangkan Arsinum lite 4.0 yang merupakan integrasi teknologi Arsinum dengan
teknologi informasi.

“Pengembangan dan penyempurnaan informasi teknologi
Arsinum terus  dilakukan sehingga dapat terwujud penerapan konsep Internet
of Things (IoT) dibidang Arsinum
. Uji coba dan kehandalan sistem  terus
kami lakukan di workshop BPPT di PUSPIPTEK-Serpong,” tandasnya.

Pastor Simon Petrus Matruti dikesempatan itu menyatakan rasa
bahagia dan berterima kasih kepada Direktur BPPT serta Anggota Komisi VII DPR
RI Mercy Ch. Barends dan  Dewan Pimpinan
Cabang PDI Perjuangan Kepulauan Tanimbar.

“Ini merupakan hadiah bagi SYV Saumlaki di usianya yang
ke 66 tahun. Seminari sebagaimana kita ketahui adalah tempat persemaian bagi
calon-calon imam. Dan berdasarkan catatan sejarah, SYV telah menghasilkan imam
yang berkarya di keuskupan Amboina dan Indonesia termasuk di sejumlah
negara” bebernya.

Saat ini ada 105 siswa serta 18 guru dan staf pembina di SYV
sehingga kehadiran Arsinum akan sangat membantu kelangsungan seminari kedepan.

Pastor Simon Petrus menyatakan, lokasi SYV berada di dalam
kompleks misi Katolik sehingga Arsinum tersebut akan membantu melayani para
pastor di Pastoran Unio milik keuskupan Amboina, susteran Alma,  rumah
sakit Fatima, SMP Paulus Saumlaki, SMA Budi Mulia Saumlaki dan gereja Hati
Kudus Yesus Olilit Barat.

“Kompleks ini sangat membutuhkan air bersih dan
kehadiran ini sangat membantu kami yang berdiam di kompleks misi ini”
tambahnya.

Pastor Yakobus Sorluri menyatakan, selama ini para seminaris
mengkonsumsi air minum dari sumur air payau yang hanya bisa diambil pada saat
air air laut surut.

“Ada juga dari sumber air PDAM tetapi sama sekali tidak
lancar hingga saat ini, dan bantuan air bersih dari sumber air milik masyarakat
desa Olilit,” pungkasnya.

Merci Barends dikesempatan itu berharap, bantuan tersebut
dapat dikelolah dengan baik dan akan bermanfaat bagi para seminaris maupun
masyarakat di kompleks misi Katolik Saumlaki.

(dp-47)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *