Daerah

Kapolres Minta Civitas Akademik Kampus Lelemuku Dukung Program Polri

84
×

Kapolres Minta Civitas Akademik Kampus Lelemuku Dukung Program Polri

Sebarkan artikel ini
Kapolres n Moderator
Kapolres MTB AKBP Mukhamad Safei saat menyampaikan materi dalam acara tatap muka bersama pimpinan YPT-RLS dan pimpinan 3 PT bersama dosen mahasiswa didampingi Sekretaris YPT-RLS, Simon Lolonlun (kanan) yang bertindak sebagai moderator kegiatan  

Saumlaki, Dharapos.com
Kapolres Maluku Tenggara Barat, AKBP. Mukhamad Safei, Rabu (8/3) mengunjungi kampus Lelemuku Saumlaki milik Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki (YPT-RLS) yang beralamat di Jalan Prof.Boediono.

Kunjungan tersebut dalam rangka tatap muka dengan pimpinan yayasan dan tiga perguruan tinggi milik YPT-RLS seperti Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Saumlaki (STIESA), Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Saumlaki (STIAS), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Saumlaki (STKIPS), serta para dosen dan mahasiswa.

Sekaligus menyosialisasikan salah satu program prioritas Kapolri promoter tahap II tahun 2017 yakni daya tangkal dan daya cegah terhadap permasalahan-permasalahan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kapolres yang didampingi Kasat Bimbingan Masyarakat (Binmas), AKP.Simon Andrew Manisilety, Kasat
Intelejen, AKP. Arif A.E.Buwono serta para staf humas itu menjelaskan bahwa kepolisian saat ini telah mengubah strategi penanganan kejahatan dari pendekatan yang cenderung bersifat rekresif atau penindakan menjadi pre-emtif dan preventif atau pencegahan, dimana dengan perubahan tersebut, diharapkan Polri mampu menekan tingkat kejahatan secara bertahap demi situasi kamtibmas yang kondusif dan mendukung keamanan dalam negeri.

“Ada program Kapolri yakni Police go to champus, yakni Polisi bersosialisasi dengan masyarakat ilmiah di kampus serta mengajak untuk bersama-sama menjaga dan menciptakan Kamtibmas. Dan menciptakan kamtibmas ini bukan tugas polisi semata melainkan tugas bersama seluruh komponen masyarakat termasuk masyarakat kampus,” urainya.

Kapolres mengajak civitas akademik STIESA,STIAS dan STKIPS untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan perilaku yang tercermin dalam ajaran-ajaran agama.

Karena hanya dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan, maka pola hidup manusia akan berubah dan sudah tentu dapat menangkis berbagai serangan dalam menjaga keutuhan bangsa seperti radikalisme, serangan terhadap budaya bangsa, narkoba berbagai kejahatan kemanusiaan yang lain.

Kapolres n moderator 2
Ketua Yayasan YPT-RLS, Polikarpus Lalamafu (kanan) bersama pimpinan 3 PT, para dosen dan mahasiswa 

Dikatakan, pencegahan kejahatan atau crime prevention saat ini menjadi prioritas kepolisian dimana diarahkan pada deteksi dini melalui program pemolisian masyarakat (Polmas) yang bertujuan mewujudkan kerjasama antara Polri dan masyarakat dalam menanggulangi kejahatan dan ketidaktertiban sosial dalam rangka menciptakan ketentraman umum dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bukan hanya mencegah timbulnya permasalahan di tengah kehidupan masyarakat, namun Polri dan masyarakat, dengan TNI, dan dengan pemerintah daerah berperan mencari jalan keluar pemecahan permasalahan yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas,” lanjut Kapolres.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres dan para Kasat yang hadir juga berdiskusi dengan civitas akademik tentang potret kamtibmas dalam negeri termasuk di kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Sejumlah masukan yang disampaikan sebagai bentuk evaluasi bagi Polri oleh peserta yang hadir yakni perlunya penegakan aturan oleh kepolisian tanpa pandang buluh, perlunya pembinaan terhadap oknum anggota polisi yang kerap ditemukan melanggar aturan dan kurang etis saat berhadapan dengan masyarakat.

Kemudian, perlunya memaksimalisasi pengawasan pada sejumlah wilayah di MTB yang memiliki potensi kerawanan cukup tinggi, perlunya tindakan preventif terhadap penegakan aturan berlalu lintas secara terus-menerus, perlunya maksimalisasi terkait penanganan konflik sosial antar warga desa sebagai penyakit musiman yang selama ini terjadi di MTB.

Beberapa persoalan lain seperti perlunya penegakan aturan dan penindakan terhadap kian bertumbuh suburnya sejumlah kampus ilegal di Saumlaki namun belum mendapat perhatian pihak terkait.

“Ini merupakan masukan yang baik bagi kami untuk menjadi bahan evaluasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua YPT-RLS, Polikarpus Lalamafu mengapresiasi langkah kepolisian dengan programnya tersebut. Menurut Lalamafu, langkah yang dilakukan oleh pihak Polri akan berdampak positif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk ikut berperan  memelihara Kamtibmas.

“Ya, saya berharap agar hal ini tidak hanya dilakukan di kampus saja melainkan disejumlah entitas lain sehingga kesadaran masyarakat sebagai warga Negara yang baik itu juga bisa terwujud, karena tanggung jawab menjaga keutuhan NKRI ini bukan semata-mata menjadi tugas Polri atau TNI semata melainkan tugas bersama seluruh elemen bangsa,” katanya.

Lalamafu berjanji akan terus mengupayakan terbukanya komunikasi yang efektif antara kepolisian dan lembaga-lembaga pendidikan tinggi milik YPT-RLS seperti kegiatan-kegiatan serupa sehingga dapat mencegah tingkat kriminalitas dan gangguan kamtibmas dan juga mencegah berbagai serangan terhadap generasi penerus bangsa seperti Narkoba dan bahaya radikalisme.


(dp-18)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *